Tak Diundang dalam KTT ASEAN, Pemerintah Junta Myanmar Meradang

Minggu, 17 Oktober 2021 – 21:34 WIB

Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing (Foto:Istimewa)

Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing (Foto:Istimewa)

BANDAR SERI BEGAWAN, REQNews - Keputusan kelopok negara ASEAN tak mengundang pemerintahan junta militer Myanmar dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) yang digelar bulan ini membuat kecewa negara tersebut.

Sebaliknya, ASEAN mengundang perwakilan non-politik Myanmar untuk hadir. Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Min Tun mengatakan, keputusan ini merupakan penghinaan kepada pemimpin militer yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia menuduh bahwa keputusan tesebut karena adanya intervensi asing di balik keputusan ASEAN tak mengundang negaranya.

Zaw Min Tun yakin Amerika Serikat (AS) dan perwakilan Uni Eropa menekan negara-negara ASEAN untuk membuat keputusan tersebut.

"Kami tahu utusan dari beberapa negara bertemu dengan urusan luar negeri AS serta mendapat tekanan dari Uni Eropa," ujarnya, dalam wawancara dengan BBC Burma, seperti dilaporkan kembali Reuters.

Brunei Darussalam selaku pemimpin ASEAN saat ini menyatakan, seorang tokoh non-politik Myanmar akan diundang dalam KTT yang digelar pada 26 hingga 28 Oktober, namun tak menyebutkan identitasnya.

"Karena tidak ada kemajuan yang memadai serta kekhawatiran atas komitmen Myanmar, khususnya dalam membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait, beberapa negara anggota merekomendasikan agar ASEAN memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negeri sehingga kembali normal," demikian pernyataan Brunei.