IFBC Banner

Ancam Bakar Masjid, Saat Diciduk Polisi Pria Ini Langsung Letoy dan Sebut Hanya Bercanda

Senin, 18 Oktober 2021 – 06:07 WIB

Ilustrasi Kebakaran (Foto:istimewa)

Ilustrasi Kebakaran (Foto:istimewa)

INGGRIS, REQNews - Seorang pria bernama Sam Imrie mengancam akan membakar masjid dan menyiarkan aksinya secara langsung di media sosial. Pria warga Glenrothes, Inggris itu ditangkap polisi.

Menyadur BBC Sabtu 16 Oktober 2021, pria berumur 24 tahun ini langsung diciduk polisi atas ancamannya dengan tuduhan pelanggaran terorisme.

Saat ditangkap, Sam Imrie mengatakan kepada petugas bahwa dia tidak serius tentang klaimnya di media sosial dan menyebut itu hanya bercanda.

Pengadilan Tinggi di Edinburgh mendengar rekaman pria itu saat diwawancarai oleh detektif pada Juli 2019 di mana Imrie menyangkal 9 tuduhan, termasuk tiga di bawah Undang-Undang Terorisme.

Petugas investigasi percaya dia merencanakan serangan teroris di Fife Islamic Center di Glenrothes. Imrie memberi tahu mereka bahwa dia sedang minum ketika memposting komentar di Telegram.

Terkait komentarnya tentang membenci orang-orang Yahudi, berkulit hitam dan Muslim, Imrie mengatakan "saya tidak akan melakukannya dalam situasi sadar."

Selama wawancara di kantor polisi Govan Glasgow, Imrie ditanya tentang postingan yang dia buat di grup Telegram bernama "FashWave Artists".

Sebelumnya pengadilan mendengar bahwa kelompok tersebut menampung gambar dan teks teroris seperti Anders Breivik dan Brenton Tarrant.

Breivik melakukan penembakan massal di Norwegia yang mengakibatkan kematian 77 orang pada 2011 dan Tarrant bertanggung jawab atas pembunuhan 51 orang di masjid-masjid di Christchurch Selandia Baru pada 2019.

Imrie mengatakan kepada petugas selama wawancara bahwa dia adalah seorang nasionalis kulit putih. Dia menambahkan: "Saya peduli dengan ras saya."

Dia juga mengatakan dia percaya bahwa orang non-kulit putih inferior daripada orang kulit putih tapi orang Cina superior.

Pengadilan mendengar Imrie mengunjungi Fife Islamic Center dan membuat video yang mengatakan akan membakarnya. Ketika polisi bertanya, Imrie berkata: "itu hanya lelucon."