Karma Itu Nyata! Inilah Pasal Berlapis yang Menjerat Polisi Pembunuh 6 Laskar FPI

Senin, 18 Oktober 2021 – 17:45 WIB

6 Laskar FPI yang tewas dibunuh polisi di Tol Jakarta-Cikampek, Desember 2020 lalu

6 Laskar FPI yang tewas dibunuh polisi di Tol Jakarta-Cikampek, Desember 2020 lalu

JAKARTA, REQnews - Briptu Fikri, sosok terdakwa pembunuh enam anggota laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 18 Oktober 2021, JPU Zet Tadung Allo menjerat terdakwa yang kini berstatus anggota polisi nonaktif dengan pasal pembunuhan dan penganiayaan.

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan saksi Ipda M Yusmi Chorella dan Ipda Elwira Priadi Z (Almarhum) mengakibatkan matinya Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofiyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadavi Putra," kata Allo.

Lebih lanjut ia mengatakan, perbuatan Briptu FIkri adalah tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan peran Briptu Fikri bersama dua terdakwa lainnya, yakni Ipda M Yusmi Chorella dan Ipda Elwira Priadi Z (Almarhum).

Briptu Fikri disebut termasuk ke dalam salah satu orang yang menyebabkan tewasnya empat laskar FPI. Empat laskar FPI tersebut ditembak di mobil Daihatsu Xenia warna silver bernopol B-1519-UTI yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020.

Kemudian, jaksa juga membacakan dakwaan subsider kepada terdakwa. Sementara itu Ipda M Yusmin menyusul pada sidang kedua.

Adapun, terdakwa Ipda M Yusmin O juga didakwa dengan pasal serupa dengan Briptu Fikri R berdasarkan salinan dakwaan yang diterima wartawan dengan ditanda tangani oleh Jaksa Utama Pratama, Zet Tadung Allo.

Sidang kasus pelanggaran hak asasi manusia atas meninggalnya enam anggota FPI dilaksanakan secara langsung atau offline dan dihadiri dua terdakwa. Sidang dimulai pukul 10.30 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.