Begini Kata Brigjen Helmy, Jenderal Reserse yang Bongkar Cara Pinjol Ilegal Kirim SMS Blast

Selasa, 19 Oktober 2021 – 11:45 WIB

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika (Foto: Hastina/REQnews)

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu belakangan ini pihak kepolisian gencar menindak pinjaman online (pinjol) ilegal di berbagai daerah, termasuk di Jabodetabek.

Hingga kini, tercatat sekita 15 kantor pinjol di sekitar Jabodetabek dilakukan penggerbekan beberapa hari terakhir.

Dalam melakukan penggerbekan tersebut, pihak kepolisian menemukan salah satu alat yang digunakan pinjol ilegal dalam menawarkan pinjaman ke masyarakat.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika mengatakan bahwa alat tersebut bernama Pool Modem atau SIM Box, yang bisa diisi dengan puluhan SIM Card.

“Ada Pool Modem dan beberapa kotak simcard operator seluler dan satu kotak itu isinya 500 chip SIM card," kata Helmy dalam keterangannya, Senin 18 Oktober 2021.

Jenderal reserse itu mengatakan bahwa alat tersebut dipakai untuk mengirimkan SMS Blast kepada masyarakat yang berisi tawaran kemudahan dalam meminjam uang.

Tetapi pihaknya saat ini masih mendalami terkait bagaimana caranya pinjol bisa mendapatkan nomor telepon warga.

“Alat ini biasa digunakan oleh debt collector untuk mengirim SMS blast ke masyarakat dan menebar teror,” katanya.