Parah Nih! Korban Upaya Perkosaan di Aceh Ditolak Melapor ke Polisi Gegara Belum Vaksin

Selasa, 19 Oktober 2021 – 22:03 WIB

Ilustrasi ditolak laporan oleh polisi karena belum divaksin (Foto:Istimewa)

Ilustrasi ditolak laporan oleh polisi karena belum divaksin (Foto:Istimewa)

 

ACEH, REQNews - Seorang mahasiswi di Aceh Besar, mengaku mendapat penolakan polisi saat melaporkan upaya pemerkosaan terhadap dirinya. Yang mengejutkan penolakan tersebut karena dirinya belum divaksin Covid-19.

Kasus penolakan tersebut dibenarkan oleh Kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, M. Qodrat yang mendampingi kasus itu.

Peristiwa penolakan itu terjadi kemarin Senin, 18 Oktober 2021, saat kliennya hendak melaporkan peristiwa pemerkosaan itu ke kantor polisi.

Pihaknya bersama korban mendatangi Polresta Banda Aceh. Namun petugas jaga di pintu melarang untuk masuk apabila belum divaksin.

Begitu juga saat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh. Di sana petugas juga tidak merespons mereka karena belum disuntik vaksin.

"Kalau tidak ada sertifikat vaksin tidak boleh masuk," kata Qodrat, Selasa 19 Oktober 2021.

Menurut Qodrat, korban memiliki riwayat penyakit yang mengharuskan dirinya tidak bisa sembarangan divaksin. Korban juga memiliki surat keterangan dari dokter bahwa tidak tidak boleh divaksin.

Usai ditolak, LBH Banda Aceh dan korban melaporkan ke Polda Aceh. Di sana, mereka diterima oleh petugas SPKT. Namun petugas di sana juga menolak menerbit surat tanda bukti lapor karena pelakunya tidak diketahui.

"Tindakan Polda Aceh menolak mengeluarkan STBL karena pelakunya tidak diketahui sangat kita sayangkan. Artinya polisi lah yang berhak mencari tahu," ucapnya.

Qodrat mengatakan, jika peristiwa itu tidak ditangani dengan cepat maka dipastikan pelaku akan melarikan diri atau keluar dari wilayah tersebut. Ia menduga pelakunya warga sekitar yang sudah mengetahui kondisi rumah korban.

Kasus itu bermula saat korban berada di rumah sendiri pada Minggu, 18 Oktober 2021 siang hari. Saat itu seorang pria mengetok pintu rumahnya. Ketika korban membuka pintu pelaku langsung membekap korban dan berupaya melakukan tindakan pemerkosaan.

Namun karena korban melawan dan berteriak tetangga korban dan ibunya yang saat itu kebetulan pulang dari pasar. Mengetahui aksinya terpergok, pelaku langsung melarikan diri.