Cerita Amien Rais Sempat Dibujuk Dukung Jokowi pada Pilpres 2019, Ada Cash and Carry?

Selasa, 19 Oktober 2021 – 21:43 WIB

 Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais

JAKARTA, REQnews - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mengatakan pernah coba dibujuk oleh seseorang agar Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpinnya mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Saat itu, PAN telah menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto,  saingan Jokowi di Pilpres 2019.

"Datang seseorang ketemu dengan saya malam hari yang menawarkan beberapa kemudahan. 'Jadi Pak Amien, kalau Pak Amien tetap dengan Mas Prabowo, biarkanlah DPP PAN yang sekarang ini (mendukung Jokowi). Pak Amien biarkan nggak usah dikritik untuk ikut koalisinya Pak Jokowi.'," ucap Amien Rais meniru perkataan seseorang yang menemuinya dalam acara talk show kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin, 18 Oktober 2021.

Amien Rais mengatakan, dijanjikan hadiah oleh seseorang itu jika melepas DPP PAN agar gabung ke koalisi Jokowi.

"Pokoknya ada hal yang kalau saya iyakan, mungkin saya tiba-tiba bisa jadi konglomerat," ucap Amien Rais.

Sebelumnya, Amien Rais sempat mengatakan secara tidak langsung didorong agar keluar dari PAN oleh para anak buahnya lantaran dianggap sebagai pengganggu akibat tidak mau mendukung Jokowi.

"Mengapa saya dikeroyok anak buah saya itu yang karena pernah jadi Menko, menteri ini, menteri itu, itu karena saya dianggap penganggu, 'Mengapa, sih, gak dukung Pak Jokowi?" ujar Amien Rais dalam acara talk show kanal YouTube Karni Ilyas Club, 8 Oktober 2021.

Menurut dia, saat itu dikeroyok anggota PAN agar keluar dari partai karena tak mendukung Jokowi.

"Pak Jokowi yang bisa memberikan cash and carry. Jadi sudahlah Pak Amien kita 'keroyok' saja biar keluar, saya keluar betulan," ucap Amien Rais.

Amien Rais mengatakan kecewa karena dikhianati oleh orang yang sangat dipercayai di PAN.

"Terus terang mengapa saya kecewa karena adik-adik saya yang saya percaya itu, kemudian hanya karena pandangan-pandangan yang pendek, tidak tahan jadi oposisi. Lebih baik bergabung (dengan kekuasaan)," ujar Amien Rais.