IFBC Banner

Respon Maraknya Teror Pinjol Ilegal, Mahfud Md Janjikan Ini untuk Rakyat

Rabu, 20 Oktober 2021 – 19:03 WIB

Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Istimewa)

Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan agar masyarakat yang sudah terlanjur melakukan peminjaman online (pinjol) ilegal tak membayar hutangnya.

IFBC Banner


Mahfud pun menjamin perlindungan bagi masyarakat yang mendapatkan teror agar melaporkan ke pihak kepolisian. Hal itu ia katakan menanggapi maraknya masyarakat yang terjerat pinjaman online ilegal.

"Kepada mereka yang sudah terlanjur menjadi korban, jangan membayar," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kemenko Polhukam, dikutip pada Rabu 20 Oktober 2021.

Menurutnya, jika masyarakat yang melakukan peminjaman di teror, maka bisa melaporkannya ke pihak kepolisian untuk mendapatkan perlindungan.

"Kalau tidak membayar lalu ada yang tidak terima, diteror, lapor kepada kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan," kata dia.

 

 

Dirinya pun mengatakan bahwa para pelaku pinjol ilegal bisa dikenakan ancaman hukuman atas tindakan pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan, UU ITE, dan perlindungan konsumen.

"Kita tadi menyinggung kemungkinan penggunaan Pasal 368 KUH Pidana, yaitu pemerasan. Lalu ada Pasal 335 KUH Pidana tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan yang bisa dipakai. Kemudian, Undang-undang Perlindungan Konsumen, UU ITE Pasal 29 dan Pasal 32 ayat 2 dan ayat 3," ujarnya.

Mahfud pun menegaskan jika penindakan hukum pidana dan perdata ini hanya berlaku bagi para pelaku pinjol ilegal, terkecuali perusahaan "financial technology (fintech) peer to peer lending" yang telah memiliki lisensi dari OJK atau pinjol legal.

"Dengan ini maka kita menegaskan, kita hanya akan melakukan tindakan tegas terhadap pinjol ilegal. Untuk pinjol-pinjol lain yang legal, sudah berizin dan sah gitu akan berkembang. Karena justru itu yang kita harapkan," kata dia.