Profil Komjen Paulus Waterpauw, Intel Jagoan Polri yang Dilantik Jadi Deputi BNPP

Kamis, 21 Oktober 2021 – 15:56 WIB

Komjen Paulus Waterpauw (Foto: Istimewa)

Komjen Paulus Waterpauw (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komjen Paulus Waterpauw dilantik sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri.

Sebelumnya, Paulus menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, sebelum akhirnya dilantik oleh Mendagri Tito Karvanian sebagai Deputi BNPP, Kamis 21 Oktober 2021 pagi.

Jenderal bintang tiga yang berpengalaman dalam bidang intel itu, sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kapolda Papua sejak 29 September 2019.

Lulusan Akpol 1987 itu, juga pernah menepuh sekolah kejuruan, seperti Daspa Intel 1996, Palan Intel 1997, serta Pa Opsnal Intel 1999.

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Papua, jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.

Jenderal kelahiran Fakfak, Papua Barat itu mengawali karir kepolisian sebagai Pamapta Polresta Surabaya Timur Polda Jatim pada 1987. Kemudian sebagai Kanit Interkrim Sat IPP Polwiltabes Surabaya Polda Jatim pada 1990.

Lama di Surabaya, membuat Paulus mahir dalam berbahasa Jawa. Mantan Kapolda Sumatra Utara tahun 2017 ini juga berpengalaman bertugas di Papua selama dinas kepolisian. Seperti, Kapolres Mimika Polda Papua 2002, Kapolres Jayapura Kota Polda Papua 2005, Dir Reskrim Polda Papua 2006.

Kemudian ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Papua 2011, Kapolda Papua Barat 2014, serta Kapolda Papua 2015.

Namun pada tahun 2017 ia dimutasi sebagai Wakabaintelkam Polri. Hingga pada tahun 2019 Paulus dipercaya kembali menjadi Kapolda Papua.

Berbagai kasus pun pernah ia tangani selama di kepolisian. Seperti menangkap ASN yang terlibat penyelundupan senjata api di Nabire pada 13 November 2020. 

Kemudian menangkap Naftali Tipagau alias Niel Tipagau alias Nataniel Tipagau (25), anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Intan Jaya, pada 4 Januari 2021.

Ia ditangkap terkait dengan kasus pemasokan senjata api dan amunisi kelompok kriminal bersenjata (KKB).