Polisi Selidiki Video Viral Knalpot Bodong Sitaan Dijual Online

Kamis, 21 Oktober 2021 – 19:31 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan AKBP Sony Siregar, masih melakukan penyelidikan terkait viralnya video knalpot bodong hasil penindakan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan yang diduga dijual di marketplace alias toko daring viral di media sosial.

"Kita masih melakukan penyelidikan kenapa knalpot tersebut bisa ada di marketplace. Entah mungkin menggunakan foto lama atau bagaimana. Tapi yang pasti tanggal 19 Oktober kemarin yang bersangkutan ditilang," katanya, Kamis, 21 Oktober 2021. Menurut Sony, setelah penindakan knalpot bodong itu langsung disimpan dalam tempat penampungan yang ada di depan kantor Satlantas Polrestabes Medan.

"Knalpot sudah dilempar dan dimasukkan ke dalam (tempat penampungan). Dan sekarang masih ada (knalpot) di dalam," ujar Sonny. Tempat penampungan knalpot bodong itu berada di dekat sebuah Pohon Trembesi. Pohon tersebut sengaja dipasangi pagar tinggi. Di sana, sejumlah knalpot bodong hasil sitaan sengaja dikumpulkan.

"Untuk mengambil knalpot itu pun harus memanjat, karena tidak ada tangga, jadi susah. Jadi kita klarifikasi barang bukti tersebut masih ada di dalam. Enggak bisa keluar dia. Jadi knalpot bodong ini nanti akan dimusnahkan," ucap Sonny.

Terkait video yang diunggah tersebut, menurut Sonny akan ditelusuri oleh tim siber. "Kita sudah beritahu kepada pimpinan. Dan telah pengunggah video akan ditelusuri oleh tim cyber. Kira-kira motifnya apa nanti akan diselidiki," bebernya.

Sebelumnya, video knalpot bodong hasil penindakan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan yang diduga dijual di marketplace alias toko daring viral di media sosial. Polisi membantahnya sambil menunjukkan bukti sekumpulan knalpot hasil penindakan.

Dalam video yang diunggah oleh akun @notyourt1pe di Tiktok, tampak seorang pengendara motor ditilang pada 14 Oktober. Sepeda motor pengendara tersebut kemudian ditahan di Satlantas Polrestabes Medan.

Selanjutnya, pemilik kendaraan itu kembali mendatangi Satlantas Polrestabes Medan untuk mengambil motornya pada 19 Oktober. Kendaraan tersebut kemudian bisa diambil kembali dengan catatan knalpot yang ditempeli stiker bertulisan "Throttle up!! Done" tersebut ditahan.

"Ya udah kita ikuti prosedurnya, ganti knalpot serta membayar denda-dendanya," tulis pemilik motor bernama J Bonar Girsang dalam video.

Dalam video itu, pengunggah juga melampirkan bukti pembayaran penindakan. Dia sempat menjalani sidang pelanggaran lalulintas di Pengadilan Negeri Medan pada 16 Oktober 2021.

Pengendara tersebut disangkakan melanggar Pasal 280 Jo Pasal 68 ayat 1 tentang TNKB Tidak Sah, Pasal 285 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 3 tentang Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Sepeda Motor, Pasal 288 ayat 2 Jo Pasal 106 ayat 5 huruf b tentang Tidak Membawa SIM yang Sah, serta Pasal 291 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 8 tentang Tidak Menggunakan Helm SNI.

Sehingga, nominal titipan yang harus dibayar berjumlah Rp350 ribu. Pemilik kendaraan membayar semua biaya yang dibebankan.

Belakangan diketahui, knalpot yang sempat ditahan di Polrestabes Medan tersebut diduga dijual di marketplace dengan harga Rp1.234. Sebab, muncul iklan di marketplace tentang penjualan knalpot yang diduga mirip dengan knalpot tersebut.