Soal Tuduhan Minta Saham Freeport, Haris Azhar Bantah: Saya Punya Bukti!

Kamis, 21 Oktober 2021 – 21:44 WIB

Founder Lokataru Foundation, Haris Azhar di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

Founder Lokataru Foundation, Haris Azhar di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Founder Lokataru Foundation, Haris Azhar membantah tuduhan telah meminta saham PT Freeport Indonesia kepada Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, saat itu datang sebagai kuasa hukum rakyat Papua untuk memperjuangkan haknya.

"Bahwa saya dibilang minta saham, menurut saya itu informasi yang salah, tidak tepat, saya punya bukti-bukti foto, surat kuasa, legal opini. Permintaan kami jelas, minta mereka bantu memfinalkan (pembagian saham)," kata Haris di Polda Metro Jaya, Kamis 21 Oktober 2021.

Dirinya menyebut bahwa hingga kini belum ada aturan terkait pembagian saham dari Kementerian Maritim dan Investasi itu. Haris mengatakan bahwa terdapat 7 persen saham yang belum tuntas aturan pembagiannya.

"Bukan minta saham, mereka mengadvokasi ada 7 persen dari 100 persen 51 koma sekian diambil Inalum, 10 persen buat Papua. Buat papua itu 10 persen, 3 persen diambil provinsi, 7 persennya itu regulasinya itu belum ada," kata dia.

Seharusnya, dari 7 persen saham yang masih belum jelas itu, dibagi tiga antara Kabupaten Mimika, masyarakat adat, dan masyakat yang terdampak Freeport.

"Sebanyak 7 persen dan tiga kelompok atau tiga entitas ini belum jelas dapat berapa dari situ. Ada kelompok masyarakat yang bikin organisasi mengadvokasi ya itu saya membantu itu, saya punya surat kuasanya," ujarnya.

Untuk itu, Haris pun selaku kuasa hukum masyarakat Papua mengakui sempat menelepon Luhut Pandjaitan sebelum mendatangi Kemenko Marves. "Karena jabatan adalah tugas negara membantu. Kenapa datang ke Kemenko Marves karena ide divestasi dan rencana kerja divestasi ada di Menko Marves," katanya.