Diduga Langgar Undang-undang Karantina Kesehatan, Rachel Vennya Terancam Satu Tahun Bui

Kamis, 21 Oktober 2021 – 18:10 WIB

Selebgram Rachel Vennya datangi Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

Selebgram Rachel Vennya datangi Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa selebgram Rachel Vennya terancam satu tahun pidana penjara. Hal itu Yusri ungkapkan setelah Rachel terkonfirmasi kabur karantina usai bepergian dari Amerika Serikat. 

"Ancamannya satu tahun penjara. Karena ini masih tahap penyelidikan, kita masih memeriksa keterangan saksi-saksi lagi," kata Yusri di Polda Metro Jaya pada Kamis 21 Oktober 2021.

Dirinya menyebut bahwa penyidik menjerat Rachel Vennya dengan Pasal 93 Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 18 tentang Karantina Kesehatan dan Pasal 14 Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit.

Yusri pun berharap agar publik tetap bersabar menunggu hasil pemeriksaan Rachel Vennya dan sang kekasih yaitu Salim Nauderer, serta Maulida Khairunnia sebagai manager Rachel.

Diketahui, sebelumnya Rachel diduga kabur dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, yang seharusnya melakukan karantina karena baru berpergian dari Amerika Serikat.

Kodam Jaya selaku Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu Covid-19 pun melakukan penyelidikan dan menemukan peran salah satu anggotanya terlibat dalam kasus tersebut.

"Terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian Pengamanan Satgas di Bandara Soekarno-Hatta berinisial FS yang melakukan tindakan non prosedural," ujar Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS dalam keterangannya, Kamis 14 Oktober 2021.

Rachel pun sebelumnya juga mengakui jika telah kabur dari kewajibannya menjalankan karantina setelah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat. "Betul, aku pulang dari Amerika dan aku enggak menjalani karantina seperti yang seharusnya pemerintah anjurkan," kata Rachel di kanal YouTube Boy William yang tayang pada Senin 18 Oktober 2021.

Ia pun mengakui bahwa tindakannya itu sangat salah dan tidak patut dicontoh, sehingga tidak dapat dibenarkan. Rachel mengaku tidak menjalani karantika sesuai aturan yang ada karena ingin segera bertemu dengan kedua anaknya.