Wajib Tes PCR dan Karantina, Berapa Biaya Umrah Terbaru di Masa Pandemi?

Jumat, 22 Oktober 2021 – 05:33 WIB

Ilustrasi umrah

Ilustrasi umrah

JAKARTA, REQnews - Arab Saudi sudah kembali membuka ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia. Namun, selain wajib sudah vaksin, ada syarat tambahan seperti tes PCR dan karantina.

Lalu, apakah syarat-syarat tersebut berdampak pada jumlah biaya yang dikeluarkan untuk umrah?

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Budi Darmawan membenarkan bahwa ada kemungkinan biaya untuk masuk ke Tanah Suci meningkat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ia menyebut, dari semula hanya di kisaran Rp 20 juta, biaya umrah bisa naik menjadi Rp 26-30 juta.

"Kalau awal dulu kondisi normal kita kasih referensi Rp 20 juta, pada masa pandemi Rp 26 juta sebelum ada PCR dan aturan-aturan, kemungkinan akan ada kenaikan lagi kurang lebih sekitar 30 persen lagi. Jadi bisa jadi di atas Rp 30 jutaan," kata Budi, Kamis 21 Oktober 2021.

"Ini perlu dimengerti oleh jemaah bahwa harga-harga yang akan terjadi kenaikan bukan dari harga paket tapi karena aturan-aturan yang dibuat baik itu dari karantina, PCR di Indonesia maupun asuransi atau PCR yang harus disiapkan pemerintah Saudi," ujar Budi menambahkan.

Menurutnya, jika biaya naik, maka jemaah sebaiknya menyesuaikan ulang anggaran perjalanan yang telah dibayarkan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Jemaah-jemaah yang sudah melakukan pembayaran ke pihak PPIU juga harus menghitung kembali tentang kondisi atas kenaikan yang terjadi karena memang situasi dan kondisi, aturan dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tentang kesehatan," kata dia.