Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Tak Ada Radikalisme di Pesantren!

Jumat, 22 Oktober 2021 – 12:50 WIB

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, REQnews - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan pesantren selalu mengajarkan ilmu agama yang baik dan moderat. Sehingga, dirinya yakin tak ada radikalisme di pesantren.

"Tidak ada radikalisme di pesantren, catat itu. Di dalam pesantren tidak ada yang kamu sebut sebagai radikalisme karena di pesantren-pesantren itu pasti diajarkan ya, ilmu-ilmu agama yang sangat moderat," kata Yaqut saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bila ada lembaga yang menamakan pesantren namun mengajarkan radikalisme, sambungnya, hal itu patut dipertanyakan. Sebab, pesantren pasti mengajarkan hal yang moderat. "Jadi kalau ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya tapi dia mendefinisikan sebagai pesantren, kemudian radikal itu berbeda. Saya memberikan jaminan pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme," ucap Yaqut.

Meurutnya, jika ada satu atau dua santri yang nakal, hal itu dianggap wajar. Pasalnya, hal yang sama juga terjadi di sekolah lain.

"Jadi apa yang terjadi di satu dua anak itu tidak bisa kemudian digeneralisir di semua pesantren. Nggak bisa seperti itu. Sekali lagi di pesantren itu justru tempat yang paling aman melokalisir anak-anak ini untuk bisa dididik akhlaknya, dididik budi pekertinya, karakternya justru di pesantren," imbuh Yaqut.

Perihal masalah sanitasi, Yaqut mengakui memang pesantren memiliki banyak keterbatasan. Untuk itu, kata Yaqut, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pesantren. "Keterbatasan-keterbatasan ini, saya kira ini sekarang momentumnya pemerintah untuk bisa memberikan afirmasi kepada pondok pesantren di hari santri ini," tutur Yaqut.

Yaqut juga menjawab pertanyaan soal sejumlah masalah lain di pesantren. Menurut Yaqut, lingkungan pesantren jauh lebih aman.

"Jadi kalau melihat itu kan satu per kasus, saya kira di pesantren itu sama dengan di sekolah lain. Kalau ada satu dua santri nakal, satu dua anak sekolah nakal itu biasa, tapi secara umum kalau di pesantren, saya yakin anak-anak jauh lebih aman. Karena dia dalam lingkungan yang tertutup dan dididik terutama akhlak dan karakter, ini menurut saya tidak terjadi di tempat lain," ujar Yaqut.