Dilantik Jokowi Hari Ini, Fadjroel Rachman Bakal jadi Dubes

Senin, 25 Oktober 2021 – 13:03 WIB

Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachman

Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachman

JAKARTA, REQnews - Tugas Fadjroel Rachman sebagai Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan segera berakhir. Mantan aktivis tersebut akan mengemban tugas baru sebagai duta besar (dubes).

Namun bukan hanya Fadjroel Rachman, totalnya akan ada 17 orang yang akan dilantik hari ini di Istana Negara menjadi Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Indonesia RI untuk negara sahabat.

Fadjroel Rachman sendiri akan dilantik sebagai Dubes RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, yang berkedudukan di Kota Nur Sultan. Lalu ada nama Rosan Roeslani yang akan menjadi Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat.

Rosan merupakan seorang pengusaha dan mantan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Kemudian, Armanatha Nasir yang akan dilantik menjadi Dubes LBPP RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya, berkedudukan di New York.

Selanjutnya, Febrian A. Ruddyard bakal dilantik menjadi Dubes RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, berkedudukan di Jenewa. Bukan hanya Dubes, Jokowi juga dijawadwalkan melantik Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru.

"Dubes (dan) Ketua PPATK yang akan dilantik Presiden," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Senin, 25 Oktober 2021.

Sebelumnya, Jokowi mengusulkan 33 nama calon Dubes ke DPR RI. 33 calon dubes itu terdiri dari 29 calon Dubes untuk penempatan di negara akreditasi, dan tiga calon Dubes di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) yaitu New York, ASEAN, dan Jenewa. Sebelum dilantik, para Dubes telah menyelesaikan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test pada Juli 2021.

Seperti diketahui, selain sebagai Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Fadjroel mengaku penugasannya sebagai duta besar merupakan tugas negara. Dia meyakini apa pun penugasan diberi Jokowi adalah sebuah anugerah. "Apa pun tugas negara yang diarahkan Presiden Joko Widodo kepada saya adalah anugerah tak ternilai," ucap Fadjroel kepada wartawan, Jumat 25 Juni 2021.

Mantan aktivis ini menegaskan, semua perintah negara adalah tugas mulia. Mulai dari dalam dan luar negeri, semua untuk Indonesia. "Karena tugas negara ada tugas mulia, di manapun, untuk kejayaan negara dan bangsa menuju Indonesia maju," ujar dia.