Taliban akan Bentuk Tentara Nasional Afghanistan, Pengamat Ekonomi: Duitnya Dari Mana?

Selasa, 26 Oktober 2021 – 07:49 WIB

Foto: Arab News

Foto: Arab News

Kabul, REQNews.com -- Pemerintah Afghansitan di bawah Taliban, Senin 25 Oktober, mengumumkan pembentukan angkatan bersenjata baru dengan merekrut personel militer rezim lama.

"Tentara adalah prioritas dan kebutuhan mendesak," kata Zabinullah Mujahid, juru bicara Taliban, seperti diberitakan Arab News. "Imarah Islam akan membentuk pasukan yang akan mempertahankan perdamaian di Afghanistan dengan cara apa pun."

Sebelumnya, dalam pesan audio singkat, Menteri Pertahanan (Menhan) Afghanistan Mullah Mohammed Yaqoob -- putra pendiri Taliban Mullah Muhammad Omar -- mengumumkan pembentukan angkatan bersenjata baru.

"Kementerian Pertahanan berniat menciptakan tentara nasional yang independen, dengan kemampuan tempur di darat dan udara untuk membela negara, dan mencoba melengkapi diri dengan senjata modern," kata Mullah Muhammad Yaqoob.

Zabinullah Mujahid mengatakan tentara nasional Afghanistan terdiri dari pejuang Taliban dan tentara rezim sebelumnya. Ia yakin kerjasama ini akan menghasilkan tentara yang kuat, yang mampu melayani Afghanistan.

Tidak ada pernyataan apakah pembentukan angkatan bersenjata didukung negara lain. Sebab, menurut ekonomo Hamayoon Frotan, membentuk tentara baru membutuhkan uang dan sumber daya manusia.

"Miliaran dolar asset Afghanistan di luar negeri dibekukan sejak Taliban mengambil alih negara ini," kata Frotan.

Taliban, masih menurut Frotan, memiliki sumber daya manusia dan peralatan tempur yang diperoleh dari AS. Namun, lanjutnya,Taliban tak punya uang.

Frotan memperkirakan dukungan keuangan dan senjata kemungkinan datang dari Cina dan Rusia. Indikasinya, kantor berita TASS memberitakan Presiden Vladimir Putin mengatakan penghapusan Taliban dari daftar organisasi teroris adalah mungkin

Belakangan, dalam pleno Klub Diskusi Valdai International, Putin memperbaiki pernyataannya dengan mengatakan; "Langkah seperti itu harus dilakukan di tingkat PBB."

Artinya, Rusia masih akan menyebut Taliban sebagai teroris sampai PBB menghapusnya dari daftar organisasi terlarang.