IFBC Banner

Namanya Dicatut dalam Proyek Pengadaan Barang dan Jasa, Kabiro Kemensos Lapor Polisi

Jumat, 29 Oktober 2021 – 00:55 WIB

PLT Kepala Biro Hukum Kemensos Evi Flamboyan melaporkan oknum berinisial M dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dalam proyek di Kemensos di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

PLT Kepala Biro Hukum Kemensos Evi Flamboyan melaporkan oknum berinisial M dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dalam proyek di Kemensos di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tak terima namanya dicatut seorang oknum berinisial M, untuk mencari vendor dalam proyek pengadaan barang dan jasa, Kepala Biro (Kabiro) Umum Kementerian Sosial (Kemensos) Wiwiek Widiyanti melapor ke pihak kepolisian.

IFBC Banner


Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor LP/B/5344/X/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 27 Oktober, atas dugaan pencemaran nama baik. Dalam laporan tersebut, terlapor diduga melanggar Pasal 27 Ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 310 dan 311 KUHP. 

"Diduga (terlapor) melakukan pencemaran nama baik dengan mengaku-ngaku mendapatkan mandat dari kepala biro umum untuk mencari pemenang dalam proyek pengadaan barang dan jasa dengan Kemensos," kata Pelaksana Tugas Kabiro Hukum Kemensos Evi Flamboyan di Polda Metro Jaya, Rabu 27 Oktober 2021.

Evi mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi, pelaku berpura-pura menjadi kaki tangan dari kabiro umum Kemensos dan menawarkan kepada saksi untuk bergabung dalam proyek itu, namun harus memberikan sejumlah uang.

"Beliau (terlapor) mengaku sebagai utusan Bu Wiwiek. Jadi, (mengeklaim sebagai) tangan kanan Bu Wiwiek. Kemudian, menawarkan kepada saksi bahwa ada proyek di Kemensos dan meminta untuk memberikan fee sejumlah tertentu," kata dia.

Namun tak percaya begitu saja, saksi pun kemudian mengkonfirmasi tawaran tersebut, namun pihak Kemensos mengatakan tak ada kaitannya dengan proyek tersebut.

Karena antara pelapor dan terlapor tidak saling mengenal, pihaknya pun mendapatkan bukti dari saksi. “Jadi, kami hanya dapat screenshot dari saksi,” ujarnya.