Rainbow Railroad Tuduh Taliban Bikin Daftar Bunuh Komunitas LGBT+

Selasa, 02 November 2021 – 19:25 WIB

Foto: Yahoo.com

Foto: Yahoo.com

Ottawa, REQNews.com -- Rainbow Railroad, sebuah LSM Kanada yang membantu warga Afghanistan mengasingkan diri, mengatakan sejak Taliban kembali berkuasa penganiayaan terhadap komunitas LGBT+ meningkat dan memaksa kaum gay dan lesbian bersembunyi.

"Kami tahu Taliban punya daftar orang-orang yang akan dibunuh," kata Rainbow Railroad.

Situasi komunitas LGBT+ tidak pernah mudah di Afghanistan, karena hubungan sesama jenis adalah tabu di negara mayoritas Muslim. Di bawah pemerintahan dukungan Barat pun hubungan non-heteroseksual adalah ilegal dengan ancaman penjara.

Situasi LGBT+ memburuk sejak penarikan pasukan AS dan Taliban kembali berkuasa, 30 Agustus lalu. Meski Taliban belum secara resmi mengatakan rencana mereka menangani homoseksualitas, laporan menunjukan Taliban menerapkan interpretasi ketat hukum Syariah, dan hubungan sesama jenis terancam hukuman mati.

"Ini waktu sangat menakutkan berada di Afghanistan," kata direktur eksekutif Rainbow Railroad Kimahli Powell kepada France 24 dalam wawancara telepon.

Rainbow Railroad adalah satu-satunya organsiasi LGBT+ internasional yang pernah beroperasi di Afghanistan. Menurut Powell, pihaknya tahu pasti Taliban punya daftar bunuh, yang isinya anggota komunitas LGBT+.

Menurut Powell, Taliban memanfaatkan kekosongan kekuasaan pada pekan-pekan jelang batas waktu penarikan militer AS. Saat itulah mereka menyusun daftar bunuh, berisi nama-nama yang mereka yang menjadi perhatian kelompok hak asasi asing dan mencoba mengungsi.

"Setelah Kabul jatuh, ada berbagi informasi," kata Powell. "Orang-orang yang gagal kabur dibiarkan rentan dan indentitas mereka diungkap."

Taliban, kata Powell, tampaknya telah melengkapi daftar bunuh dengan pengiayaan aktif, menjebak, dan memanfaatkan kebocoran data. Beberapa anggota komunitas LGBT+, misalnya, menerima email misterius dari seseorang yang mengaku terhubung ke Rainbow Railroad dan meminta informasi passport.