Kuasa Hukum Yosef Minta Danu dan Oknum Banpol Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Subang

Rabu, 03 November 2021 – 08:00 WIB

Saksi Danu di kasus pembunuhan Subang. (Foto: Istimewa)

Saksi Danu di kasus pembunuhan Subang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kasus pembunuhan Subang masih terus jadi sorotan publik. Pasalnya, hingga kini polisi belum berhasil mengungkap sosok pelaku pembunuhan tersebut.

Belakangan, saksi kasus Subang, Muhammad Ramdanu alias Danu jadi salah satu yang paling disorot. Ini lantaran Danu kerap membuat keterangan yang berubah-ubah terkait kasus pembunuhan Subang.

Kini, tim penyidik kepolisian pun diketahui telah berulang kali memeriksa Danu untuk memperdalam sejumlah keterangan yang diakuinya.

Pada pemeriksaan ke-4 hari Selasa 2 November 2021, tim penyidik hanya memberikan 5 hingga 12 pertanyaan kepada Danu.

Ada beberapa fakta dari pengakuan Danu yang bisa menyeretnya dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Salah satunya, Danu menerobos garis polisi (police line) yang bisa dikategorikan melanggar hukum Pidana. Terkait hal ini, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat SH pun secara terang-terangan mendesak polisi untuk menetapkan Danu dan oknum Banpol sebagai tersangka.

Pernyataan mengejutkan dari kuasa hukum Yosef Subang ini bukanlah tanpa alasan, karena menurutnya Danu dan oknum Banpol itu telah leluasa menerobos garis polisi (police line) Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Menurut Rohman Hidayat, bila menerobos berarti sudah melanggar KUH Pidana karena bisa saja mereka menghilangkan barang bukti seperti diatur dalam pasal 221 ayat 2 KUHP.

Rohman Hidayat membuat pernyataan itu karena memang kuasa hukum Danu mengakui bahwa kliennya disuruh oknum Banpol untuk masuk ke TKP pembunuh ibu dan anak di Subang.

"Yang jelas setelah di police line siapapun tidak boleh masuk ke TKP dan barang siapa yang masuk itu sudah melanggar KUHP dan bisa dijadikan tersangka, makanya saya minta polisi segera menetapkan Danu dan oknum Banpol sebagai tersangka," ungkap Rohman, dikutip Rabu, 3 November 2021.