Duh, Secara Ilegal Pemerintah Kota Belanda Memata-matai Masjid dan Imam

Senin, 08 November 2021 – 02:02 WIB

Masjid di Belanda (Foto:iqna)

Masjid di Belanda (Foto:iqna)

DEN HAAG, REQNews – Pemerintah kota di Belanda secara ilegal, menurut laporan media lokal yang terbit pada Sabtu 6 November 2021 telah melakukan penyelidikan terhadap pengurus masjid dan lembaga komunitas Muslim.

Harian Belanda NRC melaporkan bahwa setidaknya 10 kota di negara itu telah menyelidiki masjid, imam, pengurus masjid, dan orang-orang yang aktif di masyarakat.

Menurut laporan itu, kotamadya yang terlibat dalam penyelidikan tersebut termasuk Rotterdam, Delft, Almere, Huizen, Leidschendam-Voorburg, Zoetermeer, Veenendaal dan Ede.

Surat kabar itu juga mengabarkan bahwa Kotamadya Utrecht menghentikan penyelidikannya karena kekhawatiran tentang privasi dan metode penyelidikan yang ilegal atau melanggar hukum.

Laporan tersebut mengklaim bahwa NTA (Nuance door Training en Advies), sebuah perusahaan konsultan yang menginformasikan pemerintah tentang radikalisasi, dibayar oleh koordinator nasional untuk keamanan dan kontraterorisme melalui kota-kota itu.

Sekitar 300.000 euro atau sekira Rp 5 miliar telah dihabiskan sejauh ini untuk penyelidikan rahasia, menurut laporan itu.

Karyawan NTA yang melakukan investigasi memperkenalkan diri mereka sebagai anggota komunitas atau sebagai pengunjung dan bertemu dengan beberapa orang tanpa mengungkapkan identitas asli mereka, tambah laporan itu.

Menurut harian itu, temuan tentang latar belakang imam dan administrator, seperti dari mana mereka berasal atau sekolah mereka, diserahkan ke pemerintah kota sebagai “informasi rahasia” oleh NTA.

NRC melaporkan bahwa pemerintah kota ingin mendapatkan hasil yang lebih “realistis” dengan membuat masjid-masjid di wilayah mereka diawasi secara ketat.

Mengutip profesor hukum konstitusional Ymre Schuurmans, bahwa penyelidikan semacam itu “melanggar hukum” dan bahwa “pemerintah kota tidak dapat melakukan ini melalui perusahaan swasta.”

Muhsin Kökta?, kepala Organisasi Muslim Belanda untuk Hubungan Pemerintah, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa mereka sangat kecewa dengan berita tersebut.

Menggarisbawahi bahwa selama bertahun-tahun umat Islam telah bekerja untuk menjadi warga negara yang baik di Belanda, Kokta mengatakan: “Dengan tindakan seperti itu, negara terus-menerus menggagalkan upaya kami. Karena alasan ini, mereka kehilangan kepercayaan umat Islam alih-alih memperolehnya.”

“Ini menyebabkan diskriminasi di masyarakat,” katanya. “Kami akan menyampaikan kekhawatiran ini kepada lembaga negara yang berwenang dan berkonsultasi tentang tindakan apa yang akan mereka ambil untuk mencegah hal itu terjadi lagi.”