Pelajaran dari Tewasnya Vanessa Angel Akibat Supir Nyetir Sambil Main HP, Jangan Dianggap Sepele!

Selasa, 16 November 2021 – 12:08 WIB

Ilustrasi nyetir main hp (Foto: Istimewa)

Ilustrasi nyetir main hp (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Nama Tubagus Joddy tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pasalnya, ia merupakan supir yang mengendarai mobil Pajero Sport yang menewaskan Vanessa Angel dan suaminya Febri 'Bibi' Andriansyah. 

Sebelum peristiwa maut itu terjadi, beredar video Insta Story Joddy tengah ngebut. Tindakan gegabah tersebut pun dikecam oleh netizen. Apalagi pria yang akrab disapa Joday itu diduga mengendarai mobil yang berisi lima orang dalam kecepatan tinggi atau lebih dari 100 km/jam.

Faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah hilangnya konsentrasi. Mulai dari mengantuk hingga karena bermain handphone (HP) atau ponsel. Aktivitas ini masih dianggap sepele, padahal punya risiko yang sangat tinggi. 

 

 

Perlu diketahui ketentuan dalam berkemudi bagi pengendara diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada Pasal 106 Ayat (1) menyatakan bahwa "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bemotor di jalan wajib mengemudikan kendaraanya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Sementara pada penjelasan, maksud dari "penuh kosentrasi" adalah dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau minum alkohol atau obat-obatan yang bisa memengaruhi kemampuan dalam mengemudi.

Lebih lanjut ada ancaman hukuman pidana serta denda sejumlah uang apabila pengendara kehilangan kosentrasi saat mengemudi di jalan sebagaimana tercantum di Pasal 283:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".

Sementara itu, jika pengemudi mengakui adanya unsur kelalaian dalam berkendara hingga menyebabkan penumpang lain meninggal dunia diatur dalam Pasal 310 Ayat (4), yang berbunyi:

"Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah)"


Tidak hanya itu, Pasal 311 Ayat (5) juga menjelaskan bagi setiap pengendara yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan nyawa atau barang akan dikenakan hukuman yang lebih berat. Berikut bunyinya:

"Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)"