Bagaimana Menggunakan Pengeras Suara di Masjid? Ini Rekomendasi MUI

Senin, 15 November 2021 – 15:03 WIB

Ilustrasi Toa Masjid (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Toa Masjid (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews — Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 yang digelar pada 9-11 di Jakarta, salah satunya membahas hukum Ketentuan Pedoman Penggunaan Pengeras Suara dan Masjid/Mushola.

Berdasarkan Ijtima Ulama Komisi Fatwa NUI tersebut disebutkan bahwa aktivitas ibadah, ada jenis ibadah yang memiliki dimensi syiar, sehingga membutuhkan media untuk penyiaran, termasuk adzan.

Dalam pelaksanaannya, perlu diatur kembali tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid/mushalla untuk mewujudkan kemaslahatan dan menjamin ketertiban serta mencegah mafsadah yg ditimbulkan.

Dalam masalah ini, Kemenag telah menerbitkan aturan sejak tahun 1978 untuk dipedomani setiap muslim, khususnya para pengurus masjid/musholla. Agar lebih kontekstual, perlu disegarkan kembali seiring dengan dinamika masyarakat.

MUI merekomendasikan adanya sosialisasi dan pembinaan kepada umat Islam, pengurus masjid/mushollah dan masyarakat umum tentang pedoman pengggunaan pengeras suara di masjid mushalla yang lebih maslahah.

MUI juga merekomendasikan pemerintah memfasilitasi infrastruktur masjid dan mushalla sebagai penyempurna kegiatan syiar keagamaan.