Update Kasus Pembunuhan Subang, Yoris Sebut Dua Sosok Mencurigakan Paksa Masuk TKP dan Ambil Barang

Selasa, 16 November 2021 – 17:40 WIB

Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Istimewa)

SUBANG, REQnews - Hingga kini misteri kematian Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, korban pembunuhan sadis di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap. Padahal pihak kepolisian telah memeriksa puluhan saksi terkait kematian keduanya.

Pengacara Danu dan Yoris yaitu Achmad Taufan menyebut jika tak hanya Danu, Yosef juga ikut masuk ke dalam TKP pembunuhan pada hari yang sama.

"Tapi ada jaga pak Yosef dan pak Mulyana yang masuk ke TKP, disaksikan oleh Yoris dan sudah kita laporkan ke Polisi untuk diusut" kata Achmad dikutip dari akun Youtube Heri Susanto pada Selasa 16 November 2021.

Ia mengatakan bahwa Yosef dan Mulyana diduga menerobos garis polisi itu pada sore hari. "Itu kejadiannya pada 19 Agustus waktu pukul empat sore lebih dan di situ," katanya.

Menurutnya, ada barang yang diambil keduanya dari TKP. "Kata Yoris, bahwa ada barang yang juga dibawa oleh Pak Yosef di TKP," kata dia.

Tetapi pernyataan Yoris ini dibantah oleh Yosef dan adiknya yaitu Mulyana. Ia mengaku memang pergi ke rumah Tuti pada 19 Agustus 2021 bersama Yoris, Yosef dan juga tim kepolisian.

Mulyana menyebut Yosef saat itu tidak ikut masuk ke dalam rumah TKP. Ia mengatakan bahwa Yosef disebutkan sedang berbincang dengan Yoris di luar rumah dekat mobil.

"Setahu saya, seinget saya, Yosef itu tidak masuk. Malah Yosef itu ngobrol sama Yoris diluar, di belakang mobil Yaris," kata Mulyana, dikutip dari Youtube Indra Zainal Channel.

Yosef pun membenarkan pernyataan Mulyana. "Tidak masuk sama sekali. Dengan Yoris ngobrol dekat mobil Yaris," kata Yosef.

Namun, Yoris membantah pengakuan Yosef. Melalui Kuasa Hukumnya, Achmad Taufan, Yoris membongkar aksi Yosef yang sebenarnya pada tanggal 19 Agustus 2021.

"Kita perlu sampaikan yang sebenarnya versi klien kita, bapak Yoris," kata Acmad dikutip dari Youtube Misteri Mbak Suci.

Acmad mengatakan bahwa Yoris memang bersama petugas pergi ke rumah korban. Itu karena Yoris diajak polisi ke TKP pembunuhan untuk mengambil mobil Yaris.

Padahal saat itu, Yoris baru saja diambil keterangannya oleh polisi. "Selesai diambil keterangan, Yoris diminta untuk ikut bersama Pak Yosef dan Pak Mul menuju ke TKP untuk mengambil mobil Yaris yang tidak dikunci," kata Achmad.

Saat tiba di TKP pembunuhan, Yoris tak ikut masuk ke dalam rumah dan mengaku duduk di luar rumah bersama Arif, anak Mulyana atau keponakan Yosef.  "Semua orang ada di garasi. Yoris duduk di kursi merah plastik sama pak Arif," katanya.

Setelahnya, ia menyebut bahwa tiba-tiba Yosef memaksa ingin masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang. "Berselang beberapa waktu, pak Yosef memaksa masuk ke belakang rumah lewat pintu belakang," kata Achmad.

Melihat aksi Yosef tersebut, Mulyana sempat menghentikan aksi sang kakak, namun Yosef disebut kukuh untuk masuk ke dalam rumah. Yoris mengatakan, Yosef seperti ingin mengambil suatu barang dari dalam TKP.

"Pak Mul menghentikannya dan berkata 'A, jangan masuk. Kita tunggu diluar saja'. Tapi pak Yosef maksa masuk seperti ingin mengambil suatu barang di dalam TKP saat itu," kata kuasa hukum Yoris.

Yoris menyebut jika Yosef dan Mulyana sama-sama masuk ke TKP lewat pintu belakang. "Yoris melihat sendiri, dan sangat yakin pak Yosef dan Pak Mul masuk ke dalam rumah TKP," ujar pengacara mengutip keterangan Yoris.

Yoris menyebut Yosef keluar dari TKP pembunuhan sambil membawa pull golf. "Jadi yang diambil pak Yosef keluar itu adalah pull golf. Dan diserahkan kepada Yoris dan disimpan di tas Yoris, tanpa kecurigaan apapun," kata Achmad.

Namun pull golf itu sudah dikembalikan oleh Yoris kepada Asep, anggota tim inafis di Polsek Jalan Cagak. Namun, Yoris mengaku polisi saat itu tidak tahu kalau yang mengambil pull golf dari TKP itu adalah Yosef. "Saat itu, polisi tidak tahu kalau pak Yosef ambil sesuatu dari dalam TKP, karena mereka nyelonong saja," katanya.