Ada 'Anak Jenderal' dalam Operasi Babat Hutan Lindung di Riau

Jumat, 19 November 2021 – 11:55 WIB

Ilustrasi hutan lindung (Foto: Pixabay)

Ilustrasi hutan lindung (Foto: Pixabay)

JAKARTA, REQnews - Polisi menangkap terduga pelaku penebangan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Riau. Tim gabungan awalnya menangkap dua orang. Salah satu yang pertama kali ditangkap ialah Mat Ari alias Anak Jenderal. Julukan Anak Jenderal itu diberikan oleh sesama pelaku penebangan liar.


Mat Ari diduga merupakan salah satu pemodal yang memberi dana ke pekerja untuk merambah hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Dia diduga merekrut delapan pekerja dari Lampung.

"Ini kelompok yang direkrut Anak Jenderal dari Lampung. Mereka datang delapan orang, saat penggerebekan, enam orang berhasil lari dan dua orang, Nanang Sarifudin dan Hasanudin ditangkap, Rabu 17 November 2021," ucap Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, kepada wartawan, Jumat 19 November 2021.

Agung mengatakan para pelaku ditangkap setelah pihaknya menggelar patroli udara, Senin 15 November 2021.

Dalam patroli terlihat kawasan hutan Giam Siak Kecil dibabat para pelaku.


"Dari atas saat patroli kemarin kan terlihat jelas. Lalu, hasilnya dilakukan penindakan sama tim di darat," ucapnya.

Agung mengatakan enam pelaku kabur setelah mendapat informasi adanya patroli udara. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari para pelaku, termasuk 20 kubik kayu ilegal


"Penangkapan kelompok Nanang Sarifudin alias Jaim di dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, tepatnya 1 km masuk dari pondok di dalam hutan," kata Agung.

Polisi kemudian membeberkan modus operasi mafia kayu Mat Ari alias Anak Jenderal.


"Kayu ini dipesan pemodal kepada pekerja, mereka diberi alat potong, genset. Dibekali Rp 3 juta pekerja masuk ke dalam hutan, di luar dihitung berapa kubik bisa dikeluarkan mereka," katanya.