Menantu Kejam! Tega Tikam Ibu Mertua karena Kesal Tak Diberikan Sertifikat Tanah

Minggu, 21 November 2021 – 10:02 WIB

Ilustrasi penangkapan (foto:istimewa)

Ilustrasi penangkapan (foto:istimewa)

SULAWESI TENGGARA, REQNews - Kapolsek Tongkuno, IPTU Amran mengatakan pihaknya telah menangkap pria inisial SZ (34) warga Desa Lianosa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara yang tega menganiaya mertuanya sendiri. Dengan cara menikam dengan menggunakan sebilah badik.

Tersangka nekat menganiaya ibu mertuanya inisial WH lantaran kesal tak diberikan sertifikat tanah.

"Pelaku ini pergi menanyakan sertifikat sebilah tanah yang sudah dibeli kepada salah seorang warga. Tapi, warga tersebut mengaku bahwa sertifikat tanah itu sudah dibuat atas nama istrinya," katanya, Sabtu 20 Novemebr 2021.

Amran menambahkan, pelaku menelpon istrinya yang ada diperantauan dan menanyakan keberadaan sertifikat tersebut. Istrinya menjawab bahwa sertifikat itu dititip sama kedua orang tuanya.

Pelaku kemudian mendatangi rumah mertuanya dan mendesak mertuanya agar segera menyerahkan sertifikat itu. Tapi kedua mertuanya tidak berani memberikan sebelum mendapat izin dari anaknya alias istri pelaku. Apalagi status rumah tangga keduanya sedang renggang.

Ibu mertua berinisial WH yang melihat pelaku sangat emosi dan berbicara kasar memilih keluar rumah dan meninggakan anak mantunya yang marah itu agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Pada saaat keluar rumah, pelaku tiba-tiba mengikuti korban dan mengambil sebilah badik di dinding rumah langsung menusuk korban dari belakang mengenai bagian leher dan bagian tubuh lainnya.

Korban langsung jatuh dan tersungkur di tanah. Warga yang melihat kejadian tersebutpun langsung memberikan pertolongan merlarikannya ke RSUD Palagimata Kota Baubau untuk mendapat perawatan medis.

Sementara pelaku sendiri langsung melarikan diri. Polsek Tongkuno yang mendapat informasi tersebut langsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku.

Pelaku dikenakan Pasal 351 ayat (2) KUHP Subs. Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara.