IFBC Banner

Kombes Hengki Haryadi Beberkan 'Dosa' Ketua LSM Tamperak yang Peras Polisi, Sempat Ogah Diborgol

Selasa, 23 November 2021 – 12:04 WIB

Ilustrasi borgol (Foto: Istimewa)

Ilustrasi borgol (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi membeberkan 'dosa' Ketua Umum DPP LSM Tamperak, Kepas Panagean Pangaribuan yang peras polisi senilai Rp 2,5 miliar. Saat penangkapan, Kepas juga sempat tak mau diborgol. Hal itu tak diamini polisi. Ia pun lalu digelandang ke mobil patroli.

IFBC Banner


"Yang bersangkutan mengirim ancaman melalui handphone. Dia mulai minta dari Rp 2,5 miliar kemudian turun ke Rp 250 juta, ada semua buktinya," jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa 23 November 2021.

 

Hengki mengatakan Kepas diduga melakukan pemerasan disertai ancaman. Kepas Panagean Pangaribuan disebut membawa-bawa nama Presiden, Komisi 3 hingga petinggi Polri.


"Alat kejahatan untuk menakut-nakuti berupa surat yang akan dikirim ke Presiden kemudian Komisi 3 dan sebagainya, ini instrumental (alat). (Juga ancam kirim surat ke) pimpinan TNI maupun Polri ini alat kejahatan," kata Hengki.

Lanjut Hengki surat itu dijadikan alat untuk menakuti korban, hingga terpaksa menyetorkan sejumlah uang kepada tersangka.

"Sudah kami sita, alat kejahatan untuk menakut-nakuti berupa surat yang akan dikirim ke presiden kemudian Komisi III dan sebagainya," kata Hengki.

Aksi pemerasan Kepas terungkap setelah dia mencoba memeras anggota Polres Metro Jakarta Pusat yang menjadi satgas kasus pembegalan yang menewaskan karyawati Basarnas.

Kata Hengki, Kepas diduga telah menerima duit hasil pemerasan itu. Dia menegaskan pihaknya telah memiliki bukti penerimaan uang oleh Kepas.

 "Uangnya sudah menyeberang. Ada bukti penerimaan uangnya juga ada, ancaman permintaan uang juga ada," ucapnya. 


Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Ketua LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) Kepas Panagean Pangaribuan pada Senin 22 November 2021. Dia ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap anggota Polri.