Calon Presiden Filipina Emmanuel 'Manny' Pacquiao Akui Pernah Gunakan Narkoba

Rabu, 24 November 2021 – 20:42 WIB

Foto: mb.com.ph

Foto: mb.com.ph

Manila, REQNews.com -- Emmanuel 'Manny' Pacquiao, legenda tinju dunia dan calon presiden Filipina, mengakui menggunakan narkoba saat remaja.

"Sebelumnya saya naif. Saya menggunakan narkoba," kata Pacquiao seperti dikutip Manila Bulletin. "Saat itu saya tidak tahu hukum."

Pacquiao adalah pendukung utama kebijakan perang melawan narkoba yang disuarakan Presiden Rodrigo Duterte. Kini, hubungan Pacquiao-Duterte tidak mesra lagi.

Perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Duterte menimbulkan konsekuensi serius. Penagdilan Kriminal Internasional melihat adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Presiden Duterte kini terancam menghadapi penyelidikan internasional. Manny Pacquiao menjauhkan diri, dengan mengatakan para pelanggara harus memiliki kesempatan membela diri.

"Kami harus memenjarakan mereka yang menggunakan dan menjual narkoba," kata Pacquiao, yang bersumpah melanjutkan kampanye anti-narkoba dengan cara yang benar. "Itulah yang dikatakan undang-undang."


Sinyalemen Duterte

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Davao City, Presiden Duterte mengatakan ada calon presiden Filipina yang menggunakan narkoba. Saat itu, Duterte tidak menyebut nama.

Ia hanya mengatakan calon presiden itu cukup populer dan punya banyak pendukung. "Namun jika rakyat memilihnya, ya terserah," kata Duterte saat itu.

Pemilu presiden Filipina akan diikuti banyak calon; Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, Leni Robredo, Manny Pacquiao, Isko Moreno, Christopher Lawrence 'Bong Go', dan Panfilo Lacson.

Bongbong menggandeng Sara Duterte-Carpio, putri Rodrigo Duterte. Leni Robredo adalah kritikus dan mantan wakil presiden. Isko Moreno populer sebagai aktor dan walikota Metro Manila. Panfilo Lacson mantan kepala polisi.

Tidak ada calon yang kebal kritik. Namun, Manny Pacquiao disebut-sebut paling banyak menimbulkan kritik.

Kritikus menuduh Pacquiao, yang putus sekolah, kurang cerdas dan sangat jarang menghadiri sesi sidang Kongres dan Senat. Akibatnya, muncul keraguan akan kemampuannya memimpin.

Lainnya, Pacquiao adalah Kristen Evangelis yang taat dan menimbulkan kontroversi karena mendukung perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Duterte, mendorong hukuman mati, mengaku pernah menggunakan narkoba, dan berbagai komentar homofobia.