Ini Wajah Anak yang Dipolisikan Ibu Gegara Jual Perabot hingga Preteli Genting Demi Pacar

Kamis, 25 November 2021 – 09:30 WIB

Dwi Rahayu Saputra dilaporkan ibunya karena jual prabotan (Foto:istimewa)

Dwi Rahayu Saputra dilaporkan ibunya karena jual prabotan (Foto:istimewa)

BANTUL, REQNews - Kewalahan menghadapi perilaku anaknya yang sudah menjual seluruh perabot rumah tangga, bahkan genting rumah, seorang ibu bernama Paliyem (54), warga Pedukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul melaporkan anaknya ke kantor polisi.

Dwi Rahayu Saputra (DRS) berusia 24 tahun ini menguras perabotan hingga mempreteli genting rumah ibunya. Dia mengaku melakukan hal itu menuruti keinginan pacarnya.

Paliyem ternyata sebelumnya pernah berkonsultasi dengan Polsek Pundong terkait kelakuan anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu kelakuan DRS tidak berubah dan semakin parah.

"Kelakuannya tidak berubah sampai ada 12 perabot dengan taksiran Rp 30 juta, bahkan mau jual genting juga," kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu 24 November 2021.

DRS mengaku selama ini sebagai driver ojek online penghasilan tidak menentu. Namun dia ingin menuruti keinginan pacarnya di Ngawi.

Dia mengaku mulai menjual perabotan di rumah ibunya sejak 14 Oktober dan berhenti karena ketahuan saat hendak menjual genting rumahnya awal November lalu.

Perabotan yang sudah dijualnya seperti kulkas, sofa, almari, kompor, daun pintu, bahkan genting. Hasil penjualan perabot ditaksir mencapai Rp30 juta.

DRS mengatakan bahwa uang yang diperoleh dari hasil menjadi driver ojek online (ojol) tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang dikenalnya. Dalam satu hari ia bisa mendapat uang Rp50 sampai Rp100 ribu.

Mengaku berkenalan dengan pacarnya sekitar satu bulan, lalu DRS menggelontor berbagai hadiah. "Memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta," ujarnya.

DRS menyadari tidak akan berhenti menjual perabotan rumah jika tidak berurusan dengan polisi. Namun, dia kini hanya bisa menyesali perbuatannya.