Pembunuh Bocah Dalam Karung di Pacet Bandung Tertangkap, Pelaku Tetangga dan Masih di Bawah Umur

Kamis, 25 November 2021 – 15:30 WIB

Ilustrasi mayat (Foto:Istimewa)

Ilustrasi mayat (Foto:Istimewa)

BANDUNG, REQNews - Dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku pembunuhan keji terhadap AR, bocah 10 tahun yang ditemukan di dalam karung belakang mushola, berhasil diungkap polisi.

Pelaku merupakan tetangga korban yang juga masih anak-anak yakni pelajar kelas 3 SMA berinisial DND (17).

"Kami berhasil mengungkap (kasus pembunuhan keji terhadap bocah AR) di pacet. Ternyata pelakunya masih tetangga dan anak di bawah umur," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis 25 November 2021.

Kombes Pol Hendra menyatakan, pengungkapan kasus pembunuhan di Kampung Cipadaulun RT 02/02, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Selasa 23 November 2021 sekitar pukul 23.00 WIB ini, berawal dari ditemukannya jenazah korban AR di belakang mushola.

Dari hasil autopsi tim forensik RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, ditemukan luka di bagian kening dan ada bekas sperma kemaluan korban. Polisi kemudian melakukan rangkaian olah TKP dan meminta keterangan dari saksi, dan mengumpulkan barang bukti.

"Lalu, diperoleh kesimpulan pelaku yang melakukan perbuatan keji itu merupakan orang dekat dengan korban yakni pelaku. Pelaku DND pun telah mengakui perbuatan tersebut (memperkosa) dan menghabisi nyawa korban," ujar Kombes Pol Hendra.

Kapolresta Bandung menuturkan, tersangka DND, pelaku menghabisi nyawa korban dengan menggunakan kayu di sekitar lokasi. Seusai membunuh, pelaku DND sempat berpura-pura mencari korban bersama warga setempat.

Setelah itu, pelaku DND melarikan diri ke daerah Majalaya. "Setelah kejadian (pemerkosaan dan pembunuhan), pelaku DND masih sempat ikut melakukan pencarian korban bersama warga," tutur Kapolresta Bandung.

Akibat perbuatan kejinya itu, kata Kombes Pol Hendra Kurniawan, pelaku DND disangkakan melanggar Pasal 340 dan 338 KUHPidana juncto UU Perlindungan Anak Pasal 80 dan 81 dengan ancaman kurungan pidana selama 20 tahun atau seumur hidup.