Amerika Serikat Dihantam Sindrom Havana, FBI dan CIA sampai Turun Gunung

Kamis, 25 November 2021 – 17:03 WIB

Ilustrasi Sindrom Havana

Ilustrasi Sindrom Havana

JAKARTA, REQnews - FBI dan CIA terpaksa ambil bagian dalam penyelidikan terhadap masalah kesehatan anomali yang misterius, yang dikenal sebagai Sindrom Havana.

Masalahnya, sindrom ini kebanyakan menyerang ratusan diplomat Amerika Serikat (AS), pejabat dan keluarga mereka yang kini ada di luar negeri.

Laporan FBI menunjukkan, setidaknya ada 200 orang yang merupakan diplomat, pejabat dan anggota keluarga mereka yang dihajar penyakit, denga gejaa migrain, mual, hingga gangguan ingatan tersebut.

"Ini adalah prioritas utama FBI karena perlindungan terhadap kolega kami di seluruh pemerintah federal adalah yang terpenting," kata FBI dalam laporannya, seperti dikutip Kamis 25 November 2021.

Sebelumnya, Sindrom Havana ini dilaporkan pertama kali oleh salah satu pejabat AS di ibu kota Kuba pada 2016 silam.

FBI mengatakan, mereka akan terus bekerja dengan komunitas intelijen untuk mengidentifikasi penyebab penyakit misterius tersebut. 

Para penderita dan anggota parlemen telah mengkritik sejumlah badan negara AS, yang dinilai tidak menganggap serius penyakit misterius itu.

Sejumlah pejabat AS sempat mengkritik FBI karena dianggap tidak begitu sensitif serta skeptis soal keberadaan Sindrom Havana.

FBI mengaku telah mengirim pesan kepada stafnya tentang cara merespons dan cara melaporkan jika mereka menderita penyakit tersebut. Mereka yang mengalami sindrom havana dapat menerima perawatan medis.