Densus 88: Pendanaan adalah Napas dan Darah Kelompok Terorisme

Kamis, 25 November 2021 – 20:02 WIB

Densus 88

Densus 88

JAKARTA, REQnews - Setelah penangkapan beberapa orang, termasuk Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zein An Najah, Densus 88 Antiteror Polri tak berhenti melakukan penelusuran struktur pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan, pendanaan adalah nyawa utama kelompok terorisme, sehingga harus ditelusuri mendalam.

"Pertama yang perlu kami jelaskan bahwa pendanaan ini adalah napas dan darah kelompok teror. Life blood ya kalau kita bilang. Hidup matinya kelompok teror," kata Kombes Aswin di Jakarta, Kamis 25 November 2021.

Ia menyebut, pendanaan adalah kekuatan utama seluruh organisasi terorisme di dunia, karena operasi tidak akan bisa berjalan tanpa adanya keuangan yang kuat.

"Ini memang bukan cuma di kita. Di seluruh dunia kelompok-kelompok ini terus berusaha mendapatkan sumber dana dari mana pun. Sehingga aktivitas teror ini tidak akan eksis selama pedanaannya ini tidak ada," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Aswin, organisasi pendanaan kelompok teroris juga memperhatikan simpati masyarakat. Sebab itu, ada banyak aktivitas sosial keagamaan yang dibangun menggunakan dana yang dikumpulkan.

"Sehingga seperti yang kita hadapi kemarin, setelah menangkap publik bereaksi seolah-olah kita mengkriminalisasi," kata dia menambahkan.