Dikhawatirkan Kabur, Jaksa Agung Filipina Keberatan Wartawan Maria Ressa Terima Nobel di Oslo

Jumat, 26 November 2021 – 15:03 WIB

Foto: Yonhap

Foto: Yonhap

Manila, REQNews.com -- Seorang pengacara pemerintah Filipina menentang Maria Ressa, wartawan pemenang Nobel Perdamaian 2021, melakukan perjalanan ke Oslo, ibu kota Norwegia, untuk menerima langsung penghargaan itu. Alasannya, Maria Ressa berpotensi melarikan diri.

Ressa adalah satu dari dua wartawan pemenang Nobel Perdamaian. Satu lainnya adalah Dmitry Puratov, wartawan asal Rusia. Keduanya layak menerima penghargaan itu berkat upaya menjaga kebebasan berekspresi.

Mantan koresponden dan pendiri situs berita Rappler itu tahun lalu divonis bersalah melakukan pencemaran nama baik di dunia maya. Ia mengajukan banding, dan masih menunggu sidang.

Ia mengajukan permohonan ijin pengadilan untuk melakukan perjalanan ke Norwegia bulan depan. Rencananya, acara pemberian Nobel Perdamaian digelar 10 Desember.

Jaksa Agung Filipina mengajukan keberatan ke pengadilan banding, dengan alasan hak Ressa untuk bepergian tidak mutlak, dan dia tidak menunjukan alasan kuat untuk pergi ke Oslo.

"Kritiknya yang berulang terhadap proses hukum Filipina di masyarakat internasional memperlihatkan kurangnya rasa hormat Ressa terhadap sistem peradilan, yang membuatnya berisiko melarikan diri," kata jaksa agung dalam dokumen bertanggl 8 November.


Pengkritik Duterte

Maria Ressa adalah pengkritik keras Presiden Rodrigo Duterte an semua kebijakannya, terutama perang melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang.

Sejak Duterte dilantik sebagai presiden Filipina, Ressa dan Rappler mengalami kriminalisasi hebat. Ressa menghadapi tujuh tuduhan, yang semuanya masuk ke pengadilan, dengan ancaman enam tahun penjara.

Ressa, yang juga warga AS, kini berada di negeri Paman Sam setelah mendapat persetujuan pengadilan untuk bepergian ke luar negeri.

Institut Nobel mengatakan alangkah memalukan bagi negara yang tidak membebaskan warganya hadir di Oslo untuk menerima Nobel Perdamaian.