Viral! Ayah di Banyuasin Acungkan Celurit Kejar Polisi Gegara Anaknya Ditilang

Jumat, 26 November 2021 – 16:34 WIB

Bapak marah anaknya ditilang kejar polisi sambil acungkan celurit (Foto:Istimewa)

Bapak marah anaknya ditilang kejar polisi sambil acungkan celurit (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews – Viral di media sosial, aksi seorang ayah di Banyuasin, Sumsel, yang tak terima anaknya ditilang polisi lalu lintas, lalu ngamuk mengejar polisi dengan membawa senjata tajam.

Akibat kejadian itu, anggota Satlantas bernama Bripka Angga Novriadi tersebut mengalami luka-luka akibat terjatuh saat menyelamatkan diri.

Kini ayah bernama Muhammad Nur Alias Amad (39) itu terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

Kejadian ini berawal saat korban polantas Angga Novriadi bersama anggota lain melakukan patroli di Jalan Palembang-Betung, Simpang Tugu Polwan, Kelurahan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dia menghentikan pemotor yang tidak mengenakan helm untuk dilakukan pemeriksaan. Ternyata, pengendara pemotor tersebut tidak membawa STNK dan SIM sehingga dilakukan sanksi tilang berupa penyitaan kendaraan.

Setelah diberi surat tilang dan ditandatangani oleh pengendara. Pemotor pulang, tak lama datang satu mobil dan berhenti di tengah jalan sehingga membuat kemacetan lalu lintas.

Ternyata bapak dari pemotor yang ditilang turun dari mobil sambil marah-marah kepada petugas.

Pelaku mengambil sebilah celurit dan mengejar sambil mengayunkannya ke arah Polantas Angga.

Korban pun jatuh bangun tersungkur ke parit akibat dikejar pelaku. Beruntung, polantas itu berhasil menyelamatkan diri namun kakinya kanannya terkilir.

Tiga jam kemudian, pelaku diamankan dalam pelariannya ke arah Musi Banyuasin.

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade Putra pun mengungkapkan, pelaku nekat melakukan kejahatan itu karena tak terima anaknya ditilang.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 335 KUHP dan Pasal 212 KUHP tentang tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan dan tindak pidana melawan petugas juncto Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam.

Barang bukti disita mobil Taft nomor polisi BG 1572 FA, sepeda motor Yamaha Vega nomor polisi BG 2937 JU, sebilah celurit, dan parang.

“Kami kenakan pasal berlapis,” ujarnya.