Tegas Banget! Jenderal Andika Bakal Proses Hukum Prajurit Kopassus yang Bentrok dengan Korps Brimob

Rabu, 01 Desember 2021 – 16:45 WIB

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa (Foto: Istimewa)

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa (Foto: Istimewa)

PAPUA, REQnews - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta agar prajurit Kopassus yang terlibat bentrok dengan personel Brimob Polri untuk diproses secara hukum.

Andika mengatakan bahwa proses hukum sudah berjalan dan beberapa personel Kopassus yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgsas) Nanggala sudah diperiksa.

"Yang sudah diproses hukum adalah empat orang, jadi kita serius dan kita sedang proses hukum karena memang tidak boleh," ujar Andika di Jayapura, Rabu 1 Desember 2021.

Terkait dengan proses hukum terhadap personel Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut, Andika menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolri.

Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan telah berkomitmen bila ada gesekan antarpersonel di lapangan, maka proses hukum wajib dilakukan.

"Kami juga sudah dapat info bahwa dari Polri juga sudah memproses itu, jadi sesuai dengan komitmen saya dengan Kapolri," kata Andika.

Sebelumnya, sejumlah anggota Kopassus dan anggota polisi dari Satgas Amole terlibat bentrok di Papua. Bentrok tersebut terjadi di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepatnya di depan Mess Hall, Timika, Kabupaten Mimika.

Dalam video yang beredar di media sosial, terdengar suara letusan tembakan saat terjadi bentrok diantara kedua pihak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa diduga berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 berjualan rokok.

Personel Satgas Nangggala sebanyak 20 orang hendak membeli rokok. Namun tidak terima dengan mahalnya rokok mengakibatkan sejumlah anggota Satgas Nanggala melakukan pengeroyokan terhadap anggota Satgas Amole.

Selanjutnya, personel yang berada di lokasi melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian untuk menyelamatkan rekan-rekan yang terluka. Terdapat lima anggota yang menjadi korban yakni Bripka Risma, Bripka Ramazana, Briptu Edi, Bharaka Heru Bharatu Munawir dan Bharatu Julianda.