Jerinx SID Ajukan Penangguhan Penahanan, Alasannya Bikin Elus Dada

Kamis, 02 Desember 2021 – 14:40 WIB

I Gede Ari Astina alias Jerinx SID (Foto: Istimewa)

I Gede Ari Astina alias Jerinx SID (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - I Gede Ari Astina (Jerinx SID) didampingi 15 pengacara, mengajukan penangguhan penahanan dalam kasus pengancaman terhadap Adam Deni.

"(Penangguhan penahanan) sudah diajukan, sedang dilakukan di bawah (arahan) Pak Lilipus Tarigan untuk tim di Jakarta. Beliau yang mengajukan surat-suratnya ke beberapa instansi," kata kuasa hukum Jerinx, I Wayan 'Gendo' Suardana kepada wartawan, Kamis 2 Desember 2021.

Ia menyebut bahwa pihaknya kaget terkait dengan keputusan Kejari Jakarta Pusat yang melakukan penahanan terhadap kliannya. Menurut Gendo, Jerinx selama proses hukum bersikap kooperatif.

"Kan dia kooperatif tuh, terus dia dipanggil juga datang, terus sudah meminta maaf. Sebetulnya antara pelapor dan terlapor juga sudah beberapa kali ketemu gitu kan," kata Gendo.

Menurutnya, pelapor juga sudah memaafkan Jerinx, meskipun proses hukum tetap berlanjut. "Itu kan sebetulnya cukup menjadi alasan untuk Jerinx tidak ditahan. Ataupun kalau setidak-tidaknya kalaupun harus ditahan, bisa dialihkanlah tahanan," lanjutnya.

Gendo mengatakan selain kooperatif dan telah meminta maaf kepada pelapor, kliennya juga sedang bekerja menjadi tulang punggung keluarga dan menjadi duta antinarkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.

Untuk itu, Gendo merasa penahanan yang dilakukan Kejari Jakarta Pusat membingungkan. Tim kuasa hukum pun berharap kepada jaksa agar mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Jerinx.

"Itu sih harapannya, karena memang sebetulnya bahkan secara subjektif pun endak ada alasan juga sebetulnya menahan Jerinx, karena semua alat bukti sudah dipegang oleh jaksa, semua berkas, alat bukti, barang bukti, kemudian terbukti Jerinx juga memang kooperatif," kata Gendo.

Karena menurutnya, secara subjektif tidak ada alasan untuk menahan Jerinx. "Dan syukurnya secara subjektif (Jerinx) mengulangi perbuatan juga tidak, karena alat komunikasinya juga tersita," ujarnya.