Akibat Kebakaran Gedung Cyber, Aktivitas Tiga Broker Saham di BEI Alami Gangguan

Kamis, 02 Desember 2021 – 17:32 WIB

Ilustrasi perdagangan saham (Foto: Istimewa)

Ilustrasi perdagangan saham (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kebakaran terjadi di Gedung Cyber I, Mampang, Jakarta Selatan pada Kamis 2 Desember 2021, sekitar pukul 12.25 WIB hari ini.

Akibat dari kebakaran tersebut, aktivitas tiga perusahaan perdagangan efek mengalami kendala. Karena, Gedung Cyber I merupakan lokasi penyimpanan pusat data (data center) sejumlah perusahaan, termasuk para anggota bursa.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono W Widodo menyebut terdapat dua perusahaan pedagang efek yang terkendala. Menurutnya, satu sekuritas melakukan penghentian perdagangan saham atau self.

"Ada dua broker yang terkendala karena kebakaran ini, dan satu broker yang self suspend, yang lain berjalan normal," ujar Laksono saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis 2 Desember 2021.

Ia menyebut koneksi perdagangan saham sejumlah pedagang efek ada yang berjalan lancar, namun ada juga yang membutuhkan waktu, tergantung kesiapan masing-masing anggota bursa.

Menurutnya agar lebih aman, perusahaan efek wajib memiliki penyimpanan data cadangan atau back up data center demi keamanan dalam menjalankan perdagangan di pasar saham.

Sementara itu, Manajemen PT Indo Premier Sekuritas mengumumkan bahwa saat ini perusahaan sedang menghadapi situasi force majeure di mana data center di Gedung Cyber, Mampang mengalami kebakaran.

"Ini mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT, terganggu dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami," ujar manajemen Indopremier melalui akun Instagramnya.

Pihak manajemen mengatakan bahwa gangguan tersebut hanya berdampak kepada transaksi, nemun terkait dengan seluruh dana nasabah dipastikan aman. "Kami akan terus berupaya secara maksimal agar seluruh layanan dapat kembali seperti semula," kata dia.