Debat Capres Digelar di Kampus, Ini Kata Hakim MK Saldi Isra

Minggu, 05 Desember 2021 – 14:02 WIB

Hakim Konstitusi Saldi Isra (Foto: Istimewa)

Hakim Konstitusi Saldi Isra (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Perlehatan Debat Capres Indonesia menurut Hakim konstitusi Saldi Isra sudah saatnya digelar di kampus seperti dilakukan di berbagai negara maju di dunia.

Ia juga mendorong dosen juga secara terbuka mendukung calon presiden dengan argumen ilmiah.


"Kita terlalu fobia, tidak boleh politik di kampus. Di negara-negara maju pemimpin besar debatnya diadakan di kampus. Nggak apa-apa," kata Saldi dalam sebuah seminar yang disiarkan di Chanel YouTube MK, Minggu 5 Desember 2021.


Dalam mimbar debat itu, Saldi tidak mempermasalahkan bila akhirnya ada dosen yang pro capres tertentu. Namun dalam batasan etika yang bisa dibenarkan.


"Oh misalnya dosen ini pro ke calon ini, dosen itu pro ke calon itu, sepanjang itu dalam perdebatan akademik, silakan saja. Yang tidak boleh adalah 'eh kamu harus pilih calon ini ya. Kalau tidak nilainya saya gagalkan'. Itu yang tidak boleh," kata Saldi.

Sebelumnya, Debat Capres yang berlokasi di kampus sempat menjadi perdebatan dalam Pilpres 2019. Saat itu, KPU dan Bawaslu menyatakan debat Capres dan Cawapres tidak boleh diselenggarakan di kampus. Argumennya Pasal 280 ayat (1) UU Pemilu beserta penjelasannya.

Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu berbunyi:

Pelaksana, Peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Sementara Penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu berbunyi:

Fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dapat digunakan jika Peserta Pemilu hadir tanpa atribut Kampanye Pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.