KPK: Lima Capim KPK Asal Kejagung Sudah Lapor LHKPN, Tapi..?

Jumat, 05 Juli 2019 – 19:30 WIB

Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara soal dugaan lima calon pimpinan (capim) KPK dari Kejaksaan Agung RI yang belum melaporkan harta kekayaannya. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, kelima calon tersebut sudah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Lima pejabat Kejaksaan tersebut telah melaporkan kekayaannya, meskipun tiga diantaranya melaporkan setelah 31 Maret 2019," ujar Febri di Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Febri menjelaskan, pelaporan lima capim KPK asal Kejaksaan Agung telah dimandatkan dalam Instruksi Jaksa Agung RI Nomor: INS-003 Tahun 2019. Instruksi tersebut sejalan dengan Peraturan KPK No. 7 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, khususnya tentang pelaporan periodik setiap tahun sebagaimana diatur di Pasal 5 peraturan tersebut.

Adapun lima anggota Kejaksaan Agung RI yang mendaftar menjadi capim KPK adalah Sugeng Purnomo, Johanis Tanak, M. Rum, Ranu Mihardja, dan Supardi.

Mengacu pada informasi Peta Kepatuhan di website elhkpn.kpk.go.id, dari 9.888 orang wajib lapor di institusi kejaksaan, 7.438 orang diantaranya telah melaporkan kekayaan Tahun 2018 secara periodik di Tahun 2019. Dengan demikian, persentase kepatuhan pegawai di Kejagung sekitar 75,22 persen.

"KPK berharap pelaporan LHKPN ditempatkan sebagai salah satu indikator penting bagi seluruh instansi untuk mengukur komitmen pencegahan korupsi, dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Panitia Seleksi dalam menyaring Pimpinan KPK," ujar Febri.