Soal Misteri Nasi Goreng dalam Pembunuhan di Subang, Pakar: Saya Ragu Total

Senin, 06 Desember 2021 – 04:02 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Praktisi hukum Ricky Vinando menanggapi pemeriksaan Yosef, Yoris, Yanti dan Danu terkait pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang, Jawa Barat yang hingga lebih 100 hari kasusnya belum terungkap secara pasti.

Dalam pemeriksan, Yosef dicecar 40 pertanyaan seputar aktivitasnya pada 17 Agustus dan 18 Agustus atau sebelum dan ketika menemukan korban. Penyidik juga sempat memperlihatkan satu foto meja makan yang berisi nasi goreng di piring dan alumunium foil berisi makanan yang tidak diketahui jenisnya. Penyidik juga menanyakan tentang adanya punting rokok di asbak.

Mengenai nasi goreng yang ada di meja makan dalam rumah yang jadi TKP, Yosef melalui pengacaranya Fajar Sidik mengatakan, Amel tidak pernah masak, biasanya pesan via online dan belanja ke luar. Saat membeli makan seperti nasi goreng, biasanya Amel tidak langsung menaruh makanannya itu di piring, tetapi meletakkan makanan berikut bungkusnya di atas piring. 

Hal ini menarik perhatian Ricky, yang menyangsikan pernyataan tersebut, karena menurutnya tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.

"Mengenai itu, saya ragu total. Karena Amel sudah tiada, jadi itu tak bisa dikonfirmasi lagi kebenarannya. Yang paling tahu bagaimana kebiasaan Amel saat makan nasi goreng, apakah dipindahin ke piring dulu atau dibiarin sama bungkusnya taruh di piring, hanya Tuhan yang tahu soal kebiasaan Amel makan nasi goreng, bukan Yosef’," kata Ricky dalam rilis yang diterima, Sabtu 4 Desember 2021.

Ricky juga mempertanyakan, sebelumnya beberapa hari lalu Yosef memberikan keterangan melalui pengacaranya yang lain yaitu Rohman Hidayat bahwa kalau lihat ada nasi goreng di meja makan rumah yang jadi TKP, maka Yosef tak mungkin bikin nasi goreng di rumah Mimin.
 
"Janggal, pertanyaannya mengapa Yosef sampai pulang ke rumah Mimin pada 17 Agustus malam? Apakah karena tak ada nasi goreng di TKP atau Mimin? karena Mimin yang telepon, dijawab Yosef, sebentar, dan pulang benaran ke rumah Mimin. Jadi, Yosef pergi dari TKP bukan karena masalah nasi goreng, tapi karena Mimin telepon. Jadi, untuk Yosef berkata lah jujur, nanti Bu Mimin marah," ujarnya.

"Tujuan Yosef ke rumah Mimin kan untuk bertemu dengan istri tersayang kan, Bu Mimin, tak ada urusan bikin nasi goreng di rumah Mimin, karena sangat ga masuk akal kalau hanya demi masak nasi goreng harus di rumah Mimin. Memangnya di rumah Yosef sama sekali tidak ada beras, tak pernah stok beras? Masa korban sebagai ibu rumah tangga tidak pernah masak nasi? Masa juga tak ada penanak nasi sampai Yosef harus masak dan numpang makan di rumah istri muda? Yang benar aja, saya tak yakin korban sejahat itu."
 
"Apalagi Mimin pernah mengatakan saat Yosef sampai di rumahnya, Mimin sedang nonton TV, tapi Yosef sebelumnya bilang Mimin sudah tidur saat sampai di rumah Mimin, itu aja tak singkron bagaimana bisa percaya soal kebiasaan Amel saat makan nasi goreng. Bahkan Mimin tak pernah bilang Yosef bikin nasi goreng saat di rumah Mimin. Jadi, keterangan Yosef soal nasi goreng, saya patut sangsi semuanya, karena sangat tak masuk di akal korban tak menyediakan stok beras di rumah, masa sampai tak ada nasi di malam itu, kan bukan keluarga susah.’’
 
‘’Apakah Yosef tak pernah dikasih makan sama anak istrinya sehingga masak nasi secukupnya aja dan beras disembunyikan dari Yosef? Karena tak masuk diakal tak ada stok beras dan tak ada nasi sampai membuat Yosef harus bikin nasi goreng di rumah istri mudanya, Mimin. Apalagi kan Yosef pernah mengatakan Amel anak yang paling dia sayangin, jadi tak logis jika Amel membuat Yosef sampai terpaksa harus masak sendiri nasi goreng di rumah istri muda Yosef," ucap Ricky menambahkan.
 
Menurut Ricky mengenai misteri nasi goreng, itu hanya bisa terjawab dengan sidik jari yang ada di piring dan alumunium foil itu. Dari situlah ia yakin akan ketahuan sidik jari siapa yang paling baru umurnya dan paling dekat dengan waktu terjadinya tindak pidana pada 18 Agustus 2021.

Ricky juga menjelaskan adanya orang yang bisa membawa nasi goreng itu karena kunci rumah sudah diambil duluan sebelum kejadian ini merujuk pada keterangan Yosef pada 18 Agustus pagi yang mengatakan kuncinya ada yang diambil. Sehingga pelaku sangat gampang masuk ke dalam rumah karena rumah diduga tak dikunci pada malam itu pada 17 Agustus 2021 jelang kejadian pada 18 Agustus 2021
 
"Periksa juga saudara kandung korban Tuti Suhartini yaitu saksi Yanti dan periksa juga saksi Yoris kakak Amel, apa benar di rumah yang jadi TKP tak pernah sedia beras? Apa benar Amel tak pernah masak sampai membuat Yosef harus masak sendiri nasi goreng di rumah Mimin? Masa juga korban ibunya Amel tak pernah masak. Masa semiris itu. Jadi, piring dan alumunium foil yang jadi wadah nasi goreng dan makanan lainnya serta meja makan dan kursi, itu petunjuk terbaik untuk mengungkap siapa saja orang orang yang terakhir yang bersama dua korban, karena sidik jari yang umurnya baru dan terdekat dengan waktu terjadinya pembunuhan pasti ada di spot-spot tadi saya sebut, orang itulah patut diduga terlibat," ujar Ricky

Kemudian Ricky juga menyinggung soal keterangan pengacara Yosef yang beberapa waktu lalu menyebut Yosef akan mengganti Yoris dari jabatannya sebagai Ketua Yayasan milik Yosef. Menurut Ricky, hal tersebut sangat janggal.

"Janggal. Harusnya jangan pernah ada rencana ganti Yoris. Yayasan selama ini agak kurang terawat kan karena Yoris juga jadi saksi kunci kasus ini. Harusnya jangan bicara rencana pergantian jabatan Yoris di Yayasan. Kenapa dan ada apa sampai ada rencana ganti Yoris kok bisa ada rencana ganti Yoris tepat setelah peristiwa ini terjadi? Padahal tak seharusnya ganti Yoris. Kan Yoris juga anak Yosef. Terlebih penting, Yoris tak terlibat dalam kasus pembunuhan adiknya dan ibunya, argumentasi hukumnya adalah karena Yoris sama sekali tak memiliki kepentingan dan motif apapun terhadap Yayasan, ditambah lagi Yosef masih hidup sehingga ahli waris dari korban Tuti Suhartini adalah Yosef dan Yoris. Tak benar selama ini seolah-olah hanya Yoris ahli waris tunggal Tuti Suhartini," kata dia.