Bangga! Indonesia Tuan Rumah Hari Pariwisata Dunia 2022

Senin, 06 Desember 2021 – 08:30 WIB

Bali (Foto:traveldailymedia)

Bali (Foto:traveldailymedia)

JAKARTA, REQNews – Dalam Sidang Majelis Umum ke-24 World Tourism Organization (UNWTO), Indonesia khususnya Pulau Bali, ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pariwisata Dunia 2022.

Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan, penunjukan Indonesia tersebut dilakukan dalam Sidang Majelis Umum ke-24 World Tourism Organization (UNWTO) dimana acara tersebut akan berlangsung pada 27 September 2022.

penunjukan tersebut berlangsung pada sidang yang dilaksanakan pada 30 November hingga 3 Desember lalu di Madrid, Spanyol.

“Indonesia memiliki kepentingan yang besar untuk pemajuan agenda-agenda global pariwisata, utamanya pemulihan pariwisata pascapandemi Covid-19,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Selain penunjukan Bali sebagai tuan rumah, Desa Nglanggeran di Yogyakarta juga menerima penghargaan sebagai salah satu Desa Pariwisata Terbaik UNWTO, bersama dengan 43 desa lainnya dari 32 negara.

Desa Nglanggeran mendapat pengakuan atas sumber daya alam dan budaya, serta tindakan dan komitmen inovatif serta transformatif terhadap pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menggarisbawahi dampak pandemi bagi para pekerja pariwisata, terutama kalangan perempuan. Indonesia pun telah merancang berbagai program guna mendukung para pekerja perempuan di masa pandemi Covid-19.

UNWTO adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki kewenangan untuk mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan dapat dijangkau secara universal.

Organisasi itu menyelenggarakan sidang Majelis Umum secara dua tahunan, di mana negara-negara anggota membahas kebijakan pariwisata dunia.

Pada Sidang Majelis Umum UNWTO, negara-negara sepakat bahwa pariwisata merupakan pilar pembangunan yang menyerap banyak lapangan pekerjaan, inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, ketersediaan vaksin harus terus didorong guna percepatan pemulihan pariwisata dunia pascapandemi Covid.