IFBC Banner

Debat Panas PKS vs PDIP Soal Rizieq Shihab

Senin, 06 Desember 2021 – 15:35 WIB

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan dan Wakil Komisi III DPR Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi(Foto: Istimewa)

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan dan Wakil Komisi III DPR Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi(Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Forum ulama-habaib yang tergabung dalam Ahli Sunnah Waljamaah mendatangi ruang rapat Komisi III DPR RI. Sejumlah anggota Komisi III DPR RI kemudian melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Ahli Sunnah Waljamaah yang datang.

Mereka meminta para wakil rakyat untuk mengawal kasus Rizieq Shihab.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, mulanya mengapresiasi kedatangan para ulama dan habaib.

"Saya bangga Bapak-Bapak masih jadikan DPR pintu untuk mengadu, ini saya bangga, maka kita fasilitasi baik-baik, saya Aboe Bakar dari dapil Kalimantan Selatan I merasa berkepentingan mendengar aspirasi ini sebaik-baiknya, bersama para anggota yang lain, bersama para pimpinan," ujar Aboe Bakar, Senin 6 Desember 2021.

Namun, RDP tersebut diwarnai perdebatan antara Fraksi PKS dan PDI Perjuangan (PDIP).


Perdebatan itu terjadi antara Wakil Komisi III DPR Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi dan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan serta Johan Budi.

Sebelum perdebatan terjadi, awalnya Aboe Bakar menyinggung PKS mengerti akan persoalan Habib Rizieq Shihab.

"Saya Aboe Bakar dari dapil Kalimantan Selatan I merasa berkepentingan aspirasi ini sebaik-baiknya, bersama para anggota yang lain, bersama para pimpinan, Pak Pangeran, waktu kita atur-atur, bukan kita mengubah-ubah, bukan, karena memang nggak gampang, padat. Alhamdulillah para alim ulama yang saya hormati bisa hadir pada waktu yang tepat dan kawan-kawan bisa hadir," kata Aboe Bakar.

"Dari apa yang disampaikan saya tidak akan ulang, saya tidak akan setback cerita ini, kita ngerti," ucapnya.

Namun kata Aboe Bakar, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena tak memiliki suara banyak suara untuk memperjuangkannya. Ia lantas menyinggung PDIP yang memiliki suara lebih banyak dari PKS.

"Kalau saja PKS kursinya bisa seperti PDIP Pak, suaranya berbeda, saya sampaikan saja, tapi suara kami 50 Pak, kita bisa ngomong apa? Ya Pak Johan Budi, ya?" ujarnya. 

Pernyataan Aboe Bakar tersebut memancing perdebatan. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Johan Budi menyebut Aboe Bakar bisa menyampaikan apa pun di rapat dengar pendapat umum. Namun Aboe Bakar menyebut pendapatnya bisa lebih baik jika memiliki suara lebih banyak di DPR.

"Saya kira Habib bisa ngomong apa aja, Pak Habib, ngomong aja nggak apa," kata Johan Budi.

"Iya jadi kita bisa ambil keputusan lebih gagah dalam tunjukkan suaranya," ucap Aboe Bakar.

Senada, Arteria Dahlan juga mempertanyakan apa maksud Aboe Bakar menyinggung PDIP.

"Sebentar, sebentar ini Pak Ketua, kalau PKS suaranya lebih besar dari PDIP katanya bisa buat sesuatunya beda seperti yang sekarang, maksudnya apa ini?"ujar Arteria.

"Oh iya pasti, jadi kita bisa...," kata Aboe Bakar.

Arteria lantas menegaskan PDIP juga memperjuangkan Habib Rizieq dan kiai lainnya. Aboe Bakar kemudian menyetujui pernyataan Arteria.

"Maksudnya apa yang kurang? Yang kita perjuangkan kepada para kiai dan HRS sudah kita perjuangkan," katanya.

"Alhamdulillah ternyata keluar (pernyataan) yang saya maksud," ujar Aboe Bakar menyambut Arteria.

Pimpinan sidang, Pangeran Khairul Saleh, menengahi perdebatan itu. Dia meminta Arteria memberi Aboe Bakar kesempatan bicara.

"Arteria biarkan dulu, lanjut dulu," kata Pangeran.


Aboe Bakar kemudian menyampaikan harapan agar tuntutan Ahli Sunnah Waljamaah ditindaklanjuti. Dia berharap apa yang disampaikan Arteria soal dukungan ke Habib Rizieq juga terjadi.

"Jadi politik ini, Pak, jangan kaget kalau seperti ini, semua berkepentingan. Tapi, Pak, tuntutan yang Bapak-bapak sampaikan insyaallah kita akan follow up baik, seperti bahasa Arteria yang begitu indah kita dengar semoga menjadi langkah-langkah yang kita lakukan seperti yang dikatakan ke depannya," katanya.