Kaum Nasrani Wajib Tahu, Ini Aturan Natal yang Wajib Dipatuhi

Selasa, 07 Desember 2021 – 18:07 WIB

Gereja (Foto: Istimewa)

Gereja (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Angka penularan Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan drastis, sehingga sudah banyak sekolahan dan perkantoran yang menerapkan pertemuan tatap muka.

Namun dalam langkah untuk mencegah terjadinya kenaikan atau gelombang ketiga Covid-19, maka pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19 Pada Perayaan Natal 2021, memberikan batasan dan peraturan yang wajib untuk dilaksanakan.

Pelaksanaan natal kerap dipenuhi dengan keramaian dan acara keagamaan oleh kaum Nasrani, namun tahun ini, wajib memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

1.      Wajib untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik di gereja maupun pada tempat ibadah, sesuai dengan ketentuan PPKM level 3.

2.      Gereja wajib untuk membentuk satgas prokes penanganan Covid-19 Daerah.

3.      Ibadah dan perayaan natal sekiranya dilakukan secara sederhana, sehingga lebih menekankan persekutuan di tengah keluarga, dilaksanakan pada ruang terbuka. Namun apabila dilaksanakan di gereja, maka diselenggarakan secara daring dan luring, serta jumlah peserta kegiatan ibadah tidak melebihi 50% dari kapasitas ruangan.

Pelaksanaan acara natal di gereja meliputi kehadiran peserta yang setidak-tidaknya wajib untuk menggunakan masker dengan baik dan benar, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak dengan jemaah lain paling sedikit dengan jarak 1 meter, peserta dalam kondisi sehat, tidak sedang menjalani isolasi mandiri, tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah, wajib untuk membawa perlengkapan peribadatan masing-masing, membawa kantong untuk menyimpan alas kaki, serta menghindari kontak fisik atau bersalaman dengan orang lain.

Selain itu, perayaan natal dilarang untuk melaksanakan pawai maupun arak-arakan yang melibatkan jumlah peserta skala besar. Hal lain yang wajib diperhatikan dalam pelaksanaan kotbah, yaitu:

1.      Pendeta, pastur atau rohaniawan wajib untuk tetap menggunakan masker dan pelindung wajah dengan benar, serta mengingatkan kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

2.      Memeriksa suhu tubuh setiap jemaah dengan thermogun.

3.      Menyediakan hand sanitizer maupun sarana cuci tangan di pintu masuk dan pintu keluar gereja.

4.      Menggunakan aplikasi peduli lindungi saat masuk maupun keluar gereja, serta memperhatikan bahwa hanya zona kuning dan zona hijau saja yang diperkenankan masuk.

5.      Adanya pengaturan mobilitas jemaat serta pintu masuk dan keluar gereja dengan penerapan protokol kesehatan.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson