Diduga Lakukan KDRT dan Poligami Tanpa Izin, Pejabat OJK Dipolisikan Istri

Selasa, 07 Desember 2021 – 21:36 WIB

Ilustrasi Selingkuh (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Selingkuh (Foto:Istimewa)

TANGERANG SELATAN, REQNews - Seorang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial WW diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya secara fisik dan psikis.

Oknum WW pun telah dilaporkan istrinya berinisial GNU ke polisi. Kuasa hukum korban, Abdul Hamim Jauzie, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian kepolisian sejak 12 November 2021.

Selain KDRT, Hamim mengatakan WW juga menikah lagi tanpa izin istri sah dengan perempuan lain berinisial ER.

"KDRT (secara fisik) belum diketahui kapan dilakukannya tetapi korban bercerita kepada keluarganya dan saat kejadian ada saksi pembantu rumah tangga korban yang ada di lokasi," kata Hamim di Kantor LBH Keadilan, Kota Tangerang Selatan, Selasa 7 Desember 2021.

Dia mengatakan WW telah menikah dengan ER pada 15 Juli 2020. Dari pernikahan poligami tanpa izin tersebut, WW dan istri barunya disebut sudah menghasilkan satu anak.

"Nikah tidak ada izin dari istri sahnya (GNU)," ujar Hamim.

Korban GNU menderita sakit kanker payudara sejak 21 Februari. Sebelum divonis kanker, GNU sudah mendapatkan KDRT secara psikis.

KDRT secara psikis tersebut bahkan dialaminya hingga korban GNU sudah divonis kanker payudara.

"Sebelum sakit (alami KDRT psikis) mengetahui perselingkuhan (sehingga) membuat psikologinya rusak. Kalau saat sakit ini soal ancaman menghentikan pengobatan," kata Hamim. Selain itu, sudah beberapa kali korban masuk RS akibat kondisi yang memburuk.