IFBC Banner

Kejaksaan Kini Punya Wewenang Penyadapan, Ini Perintah Jaksa Agung untuk Para Jaksa

Rabu, 08 Desember 2021 – 13:32 WIB

ST Burhanuddin (Foto:Instagram)

ST Burhanuddin (Foto:Instagram)

JAKARTA, REQNews - Rapat paripurna DPR RI, Selasa 7 November 2021 mensahkan UU Kejaksaan Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Dengan disahkannya UU tersebut maka jaksa diberikan kewenangan melakukan penyadapan.

Mengingat kewenangan tersebut rentan disalahgunakan, karena itu dirinya mengingatkan jaksanya untuk hati-hati menggunakan kewenangan tersebut.

"Hati-hati dan jangan disalahgunakan dalam menggunakan kewenangan ini karena terkait dengan hak privasi," kata Burhanuddin, Rabu 8 Desember 2021.

Jaksa Agung mengatakan, UU Kejaksaan yang baru telah memperkuat dasar hukum institusinya dalam melakukan penyadapan dan menyelenggarakan pusat pemantauan di bidang tindak pidana. Kejaksaan sendiri memiliki yang namanya Adhyaksa Monitoring Center.

"Melalui undang-undang ini, kejaksaan memiliki dasar hukum yang kuat dalam melakukan penyadapan," ujarnya.

Jaksa Agung menambahkan penyadapan tidak hanya diperlukan dalam tahap penyidikan melainkan juga pada tahap penuntutan, eksekusi, dan pencarian buron.

Dengan kewenangan ini, Korps Adhyaksa akan menambah satu pusat dalam strukturnya, yakni pusat pemantauan yang akan menunjang pelaksanaan tugas penyadapan.

"Kita akan menambah satu pusat lagi, yaitu pusat pemantauan (monitoring center) yang akan menunjang pelaksanaan tugas penyadapan," ujar Burhanuddin.

Dia bersyukur RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI telah disahkan oleh DPR RI. Ia mengharapkan Undang-Undang Kejaksaan yang baru ini akan memperkuat kedudukan institusi kejaksaan, baik dari sisi organisasi maupun kewenangan.

"Dengan terbitnya undang-undang baru ini, saya berharap kita dapat mempergunakan setiap kewenangan yang melekat pada diri kita," kata Jaksa Agung.

Ia mengingatkan jajaran kejaksaan jangan terpaku dengan satu kewenangan semata, yaitu penuntutan, sedangkan kewenangan-kewenangan lainnya diabaikan.

"Mari kita introspeksi dan lakukan yang terbaik apa yang telah menjadi amanat undang-undang," ujarnya.

Burhanuddin meminta jajarannya untuk mencermati undang-undang baru tersebut dan segera menyiapkan sarana serta regulasi turunan sebagai tindak lanjut dari undang-undang itu sehingga kebaruan yang diatur dalam undang-undang baru bisa segera diimplementasikan.