IFBC Banner

Presiden Ukraina Volodymyr Zalensky Memuji Kolaborator Nazi, Rusia Jengkel Minta Ampun

Rabu, 08 Desember 2021 – 22:46 WIB

Foto: Russia Today

Foto: Russia Today

Kharkov, REQNews.com -- Presiden Ukraina Volodymyr Zalensky bikin jengkel Rusia, dengan memuji kolaborator Nazi selama Perang Dunia II, dan tidak menyebut Tentara Merah Rusia.

Berbicara dalam acara di Kharkov, kota dekat perbatasan Rusia, Zelensky mengatakan sejarah perkembangan Angkatan Darat Rusia dimulai beberapa abad lalu.

Russia Today memberitakan Zelensky menyebut era Kievan Rus, bekas monarki Slavia Timur yang dianggap pendahulu Rusia modern, Ukraina, dan Belarusia. Ia merujuk pada Zaporozhian Cossack, yang pemimpinnya menandatangani perjanjian dengan Rusia tahun 1654, karena takut akan dominasi Persemakmuran Polandia-Lithuania.

"Mereka bertempur di bawah panji Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), dan merupakan pejuang koalisi anti-Hitler selama Perang Dunia II," katanya.

Namun, Zelensky menolak memasukan mereka yang bertugas selama era Soviet. Dalam catatan Rusia, UPA terdaftar sebagai organisasi ekstremis, bekerja sama dengan Nazi dalam perang melawan Tentara Merah.

Sejarawan mengatakan UPA bertanggung jawab atas pembunuhan massal orang Yahudi, dan penghancuran komunitas Polandia selama periode pembersihan etnis.

Menurut Zelensky, setelah menyerap tradisi militer nasional terbaik dan terbentuk dalam perang yang sulit, berdarah, dan konflik bersenjata di masa lalu, Angkatan Darat Ukraina membangun organisasi pertempuran dengan kemampuan tempur terorganisir, percaya diri, dan mampu mematahkan rencana agresi pihak musuh.

Peringatan 30 Tahun Angkatan Bersenjata Ukraina itu dirayakan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan kedua negara. Pekan lalu, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan akan risiko konflik bersenjata besar-besaran di Ukraina sangat mungkin terjadi, dan itu masalah serius bagi Moskwa.

Juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova menuduh Kiev secara signifikan meningkatkan kekuatan militernya di Donbass, dengan menarik peralatan tempur dan personel ke wilayah itu.

Beberapa laporan menyebutkan pasukan Ukraina di Donbass mencapai 125 ribu.