IFBC Banner

Indonesia Darurat Pinjol, 51 Ribu Aduan Masuk ke OJK

Rabu, 15 Desember 2021 – 07:38 WIB

Ilustrasi pinjol

Ilustrasi pinjol

JAKARTA, REQnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa mereka telah menerima 51 ribuan aduan terkait fintech perr to perr lending atau pinjaman online (pinjol) dari masyarakat sepanjang 2021.

Menurut Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Maskum, aduan mayoritas terkait dengan aktivitas pinjol ilegal atau tak berizin.

"Terkait fintech ada 51 ribu, sebagian besar terkait fintech tak berizin. Sedangkan (aduan) yang berizin cuma 1.700 atau 3,3 persen saja dari 51 ribu itu," kata Maskum dalam webinar, Senin 13 Desember 2021.

Ia mengakui, banyaknya aduan terkait pinjol ini salah satunya disebabkan karena kondisi tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap keuangan digital masih rendah.

Saat ini, kata Maskum, tingkat literasi digital nasional baru menyentuh angka 36 persen saja.

"OJK sebagai regulator telah menjalankan inisiatif dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, antara lain bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk membuat kurikulum digital," ujarnya.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Satgas Waspada Investasi telah melakukan penutupan paksa kepada 3.365 pinjol ilegal di Indonesia selama periode 2018-2021.

Sri menyebut, praktik kejahatan pinjol ilegal merupakan tantangan bersama bagi pemerintah, masyarakat, dan para pelaku industri yang memiliki komitmen untuk terus menjaga industrinya menjadi baik.