IFBC Banner

Tuding Kasusnya Hanya Fitnah, Munarman Sebut Sosok Komplotan Pembunuh, Siapa?

Rabu, 15 Desember 2021 – 14:45 WIB

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman ditangkap Desnsus 88 (Foto: Istimewa)

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman ditangkap Desnsus 88 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyebut jika kasus yang menimpanya sebagai upaya untuk menutupi insiden penembakan Laskar FPI di KM 50 Jakarta-Cikampek, dan kasusnya hanyalah fitnah belaka.

IFBC Banner


Dalam pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 15 Desember 2021, Munarman mengatakan itu merupakan penyalahgunaan sumber daya negara hanya untuk kepentingan segelintir orang yang berupaya menutupi kejahatan pembunuhan terencana dengan mengatasnamakan negara.

"Mereka, yaitu komplotan para pembunuh yang telah membunuh 6 orang pengawal Habib Rizieq dan ketakutan bahwa plot pembunuhan, lebih tepatnya pembantaian, atau dalam bahasa Hak Asasi Manusia adalah extra judicial killing, akan terbongkar, adalah penyebab utama terjadinya proses persidangan ini," kata Munarman.

Ia mengatakan bahwa persidangan dalam kasus yang menimpanya seharusnya tidak perlu ada. Munarman menegaskan bahwa tudingan dirinya menggerakkan orang lain untuk melakukan terorisme hanya fitnah belaka. "Saya katakan, fitnahmu wahai komplotan pembunuh, masih kurang," kata dia.

Diketahui, sebelumnya Munarman telah didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 Juncto Pasal 7, dan Pasal 15 Juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan," kata JPU saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu 8 Desember 2021 lalu.

Munarman didakwa telah terlibat dalam tindakan terorisme karena menghadiri sejumlah agenda pembaiatan di Makassar dan Kabupaten Deli Serdang pada 24-25 Januari dan 5 April 2015. Itu dilakukan Munarman dengan mengaitkan munculnya Islamic State of Iraq (ISIS) di Suriah sekitar awal 2014 yang dideklarasikan Syekh Abu Bakar Al Baghdadi.