IFBC Banner

Ngeri! Ini Pembelaan Munarman saat Dituduh Terlibat Aksi Terorisme, Bawa-bawa Presiden-Kapolri

Rabu, 15 Desember 2021 – 14:50 WIB

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman (Foto: Istimewa)

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut jika dirinya terlibat jaringan ISIS, presiden hingga Panglima TNI sudah menjadi korban saat di Monas.

Munarman mengatakan dirnya memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan terorisme saat aksi 212 pada 2 Desember 2016, karena petinggi negara seperti Presiden Jokowi, Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang saat itu menjabat hadir di Monumen Nasional.

"Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, Pangdam (Jaya), Kapolda dan beberapa menteri lainnya, bahkan Kepala BNPT yang saat ini juga hadir," kata Munarman saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu 15 Desember 2021.

Ia menegaskan tak akan melewatkan kesempatan tersebut, jika benar-benar ingin melakukan aksi terorisme. Tetapi kenyataanya, Munarman mengatakan bahwa para pejabat negara saat itu dalam keadaan baik-baik saja hingga kini.

"Maka sudah dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir di Monas tanggal 2 Desember 2016 tersebut sudah pindah ke alam lain," kata dia.

Diketahui, sebelumnya Munarman telah didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 Juncto Pasal 7, dan Pasal 15 Juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan," kata JPU saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu 8 Desember 2021 lalu.

Munarman didakwa telah terlibat dalam tindakan terorisme karena menghadiri sejumlah agenda pembaiatan di Makassar dan Kabupaten Deli Serdang pada 24-25 Januari dan 5 April 2015. Itu dilakukan Munarman dengan mengaitkan munculnya Islamic State of Iraq (ISIS) di Suriah sekitar awal 2014 yang dideklarasikan Syekh Abu Bakar Al Baghdadi.