IFBC Banner

Akhir Perjuangan Laura Anna dan Menimbang Hukuman yang Pantas untuk Gaga

Rabu, 15 Desember 2021 – 21:31 WIB

 Laura Anna meninggal dunia pada Rabu 15 Desember 2021 jam 09.22 WIB (Foto: Istimewa)

Laura Anna meninggal dunia pada Rabu 15 Desember 2021 jam 09.22 WIB (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabar meninggalnya selebgram cantik Laura Anna pada Rabu 15 Desember 2021 jam 09.22 WIB menyisakan duka mendalam bagi kerabat yang ditinggalkan. Pasalnya, sakit yang dideritanya selama ini dikarenakan kecelakaan bersama mantan kekasih Gaung Sabda Alam Muhammad (Gaga Muhammad) pada 2019 silam.

Sebelum meninggal dunia, Laura Anna tengah berjuang untuk mendapatkan keadilan setelah mengalami lumpuh akibat kecelakaan tersebut.

Kronologis insiden kecelakaan

Gaga Muhammad dan Laura Anna terlibat insiden kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi pada 9 Desember 2019. Dikutip REQnews.com dari akun youtube helma, Laura menceritakan bahwa pada Minggu 8 Desember 2019 keduanya datang ke sebuah party. Saat hendak pulang, diketahui keduanya dalam keadaan mabuk.

Diduga kecelakaan terjadi karena Gaga menyetir sambil mabuk. Mobil yang dikendarai mereka menabrak sebuah truk hingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Nahas, Laura Anna mengalami luka serius hingga mengalami kelumpuhan. Ia mengidap cedera saraf tulang belakang atau Spinal Cord Injury dan salah satu syarafnya terjepit. Sedangkan Gaga hanya luka ringan. 

Hal yang sama juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jakarta Timur, Handri Dwi Z. Gaga mengemudi mobil masih dalam pengaruh alkohol.

Sementara dalam video klarifikasinya, Gaga juga mengakui saat itu dia dan Laura mengonsumsi alkohol. Namun, Gaga mengatakan, saat kecelakaan terjadi, dia bukan dalam pengaruh alkohol, melainkan karena lelah.

"Di situ memang gue lagi capek, sempet ketiduran bentar, pas bangun beberapa detik, depan gue udah truk, daripada ngantem truk kita berdua lebih parah, mending gue banting kanan, karena gue banting kanan terlalu kaget mobil kebalik," ujar Gaga dalam videonya.

 

Sempat Minta Donasi

Akibat luka yang diderita cukup serius, Laura membutuhkan banyak biaya yang cukup besar. Akun yang diduga Gaga Muhammad tercantum dalam donasi Kitabisa.com. Ia meminta masyarakat untuk menyumbang dana dengan judul Bantu lora sembuh, dan normal lagi. 

Pembukaan donasi ini menuai kontroversi dikalangan netizen, termasuk mantan Gaga, Awkarin. Pemilik nama lengkap Karin Novilda ini mengomentari sikap seseorang yang mampu namun buka bantuan dana di platform tersebut. Akibatnya, donasi tersebut telah dihentikan dan sudah terkumpul dana sebesar Rp 49 juta dari Rp 50 juta.

Tiga tahun berlalu pasca kecelakaan, Laura memutuskan melaporkan Gaga ke polisi. Alasannya, Laura merasa Gaga tidak beriktikad baik dan kooperatif atas musibah yang dialaminya.

 

Pada 21 Oktober 2021, kasus kecelakaan di atas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dengan terdakwa Gaga.

Laura pun menjalani sidang perdana pada Kamis 2 Desember 2021 lalu.

Gaga didakwa Pasal 310 ayat (3) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 310 

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Lantas, usai Laura meninggal mungkinkah Gaga dapat dijatuhi hukuman yang lebih berat?

Jika melihat dari proses hukum yang telah berjalan, saat ini sudah masuk pada tahap persidangan. Nantinya majelis hakim akan mempertimbangkan dakwaan dan juga berdasarkan pada bukti-bukti yang ada di persidangan. 

Gaga didakwa Pasal 310 (3) UU LLAJ dengan ancaman hukuman maksimal bagi pelaku yang melanggar ketentuan adalah lima tahun penjara.

Kesimpulannya, jika Gaga terbukti bersalah maka hukuman terberatnya adalah lima tahun penjara.

Perlu diketahui, dalam hukum pidana dikenal namanya ajaran sebab akibat (kausalitas).

Secara sederhana teori ini menjelaskan hubungan logis dan mempunyai mata rantai dengan peristiwa berikutnya. Setiap peristiwa selalu memiliki penyebab dan penyebab ini sekaligus menjadi sebab dari sejumlah peristiwa yang lain. Ajaran kausalitas dalam ilmu pengetahuan hukum pidana dimaknai sebagai suatu ajaran yang mencoba mengkaji dan menetukan dalam hal apa seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sehubungan dengan rangkaian peristiwa yang terjadi sebagai akibat rangkaian perbuatan yang menyertai peristiwa-peristiwa pidana tersebu .

Oleh karenanya Gaga Muhammad bisa dikenakan hukuman terberat dari pasal yang dikenakan karena Laura Anna meninggal dunia. Sebab dalam hal ini, kelalaian Gaga saat mengemudi bisa dianggap telah menghilangkan nyawa orang lain.

Laura mengalami kelumpuhan akibat dari kecelakaan yang terjadi. Kesehatannya yang menurun pun terjadi akibat kecelakaan tersebut. 

 

 

Sayang, takdir berkata lain setelah Laura menghembuskan napas terakhir. Perjuangan yang ia lakukan selama ini telah usai.