IFBC Banner

Jaga Marwah Institusi Kejaksaan, Ini yang Dilakukan Jaksa Agung ST Burhanuddin

Rabu, 15 Desember 2021 – 21:15 WIB

Jaksa Agung ST. Burhanuddin (Foto: Tangkapan layar)

Jaksa Agung ST. Burhanuddin (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA, REQnews - Jaksa Agung ST Burhanuddin pun berkomitmen untuk menjaga dan mengangkat marwah institusi Kejaksaan dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas.

Menurutnya, komitmen tersebut telah Burhanuddin pegang sejak ditunjuk menjadi Jaksa Agung oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2019 lalu.

“Profesionalitas dan integritas harus melekat dan tertanam dalam insan kejaksaan,” ujar Burhanuddin dalam webinar dengan tema 'Mengangkat Marwah Kejaksaan, Membangun Adhyaksa Modern,' pada Rabu 15 Desember 2021.

Ia mengatakan bahwa Kejaksaan juga telah melakukan berbagai terobosan dalam proses penegakan hukum di Indonesia. Salah satunya dengan mengedepankan restoratif justice alias keadilan restoratif.

Aturan tersebut terdapat dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, mengingat selama ini penegakan hukum lebih banyak mengedepankan retributif pada aspek pemidanaan.

Burhanuddin mengatakan itu dilakukan untuk mengubah paradigma peradilan pidana dari yang hanya berorientasi pada pemidanaan, menjadi penyelesaian perkara yang lebih mengedepankan dialog dan mediasi.

Selanjutnya terkait dengan pemulihan aset, itu salah satunya menjadi kewenangan Kejaksaan yang diatur dalam perubahan UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan yang disahkan pada 7 Desember 2021.

“Kejaksaan punya kewenangan untuk menelusuri, merampas, dan mengembalikan aset perolehan tindak pidana dan aset lainnya kepada negara, korban atau yang berhak,” ujarnya.

Lebih lanjut, terdapat pula penambahan kewenangan lainnya yang diatur dalam UU Kejaksaan seperti penyadapan dan penguatan peran intelijen Kejaksaan.

Sehingga menurutnya, undang-undang tersebut semakin memperkuat Kejaksaan baik dari sisi kelembagaan maupun kewenangan.