IFBC Banner

Beda Nasib dengan Rachel Vennya, Dua Oknum Anggota TNI AU Ini Dihukum Penjara

Selasa, 21 Desember 2021 – 15:45 WIB

Selebgram Rachel Vennya (Foto: Instagram/@rachelvennya)

Selebgram Rachel Vennya (Foto: Instagram/@rachelvennya)

JAKARTA, REQnews - Meskipun mengakui memberikan sejumlah uang sogokan terkait dengan kasus kabur dari karantina sepulang dari Amerika Serikat, namun selebgram Rachel Vennya tak ditahan pihak kepolisian.

Sementara Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan saat ini dua prajurit TNI Angkatan Udara berinisial RF dan IG ditahan Polisi Militer TNI AU (POM TNI AU) karena terlibat kasus tersebut.

Ia menyebut bahwa RF telah ditahan di rumah tahanan militer Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Sementara itu, GF akan menyusul menunggu surat penyerahan perkara dari Ankumnya.

"Pom AU sudah melakukan pemeriksaan pendalaman oknum prajurit FS dan IG yang diduga turut terlibat dalam perkara RV," kata Indan dalam keterangannya, Selasa 21 Desember 2021.

Menurutnya sanksi terhadap kedua oknum tersebut diberikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sebagai keseriusan TNI AU dalam menangani hukum prajuritnya. "Hal ini untuk membantu pihak kepolisian dalam proses hukum RV," katanya.

Diketahui, dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, Banten, Jumat 10 Desember 2021, Rachel Vennya dinyatakan bersalah karena telah kabur dari karantina kesehatan dalam terkait pencegahan Covid-19.

Rachel Vennya menyebut telah mengeluarkan uang Rp 40 juta kepada Ovelina, untuk memuluskan aksinya kabur dari karantina. Namun, uang itu kini sudah dikembalikan.

Sebelumnya, Rachel Vennya dituntut hukuman 4 bulan penjara, tetapi tak perlu dijalani karena masa percobaan. Hakim memberi masa percobaan selama 8 bulan bagi Rachel Vennya.

Kemudian majlis hakim juga menghukum Rachel Vennya dengan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Selain Rachel, ada tiga orang lainnya yang juga dihukum dalam kasus ini.

Tiga terdakwa lainnya ialah kekasih Rachel Vennya, Salim Nauderer; manajernya, Maulida Khairunnisa dan seorang staf DPR nonaktif, Ovelina Pratiwi.